Tutorial SEO 2 – Penempatan Keyword bagian 1

Di artikel sebelumnya kita sudah belajar menentukan keyword untuk SEO di blog kita. Dalam tutorial kali ini kita akan belajar bersama menempatkan keyword itu pada element penting di blog atau situs kita. Penempatan yang optimal akan menaikkan ranking halaman web kita di dalam halaman hasil pencarian / SERP.

Keyword SEO di URL

URL situs kita terbagi atas domain/sub domain dan nama file-nya. Usahakan agar keyword yang anda kejar anda masukkan pada URL halaman web anda tanpa menimbulkan kesan berlebihan. Jadi, bagi pemilik situs/blog yang nama domain-nya sudah mengandung keyword yang dikejar, sebaiknya tidak mengulang keyword yang sama lagi dalam URL. Misalkan bila domain anda sudah mengandung kata “SEO” dan anda sedang bicara tentang tentang kegunaan keyword untuk SEO. Contoh struktur URL yang ideal untuk sebuah halaman dengan tema tersebut kurang lebih sebagai berikut:

http://SEOmania.xxx.com/optimasi-keyword.html

bukan

http://SEOmania.xxx.com/SEO/optimasi-keyword-SEO.html

dengan begitu, tidak terjadi over optimasi untuk kata SEO pada url halaman web anda. Over optimasi hanya akan membuat Google atau mesin pencari lainnya mencurigai upaya anda dalam men-SEO-kan halaman web anda.

Keyword SEO di meta-tag Description

Pada head sebuah halaman web, kita dapat menyisipkan meta-tag description dengan menambahkan tag berikut di antara bagian

<head>

…………..

…………..

</head>

pada kode html halaman anda. Meta tag yang ditambahkan adalah:

<meta name=”description” content=”…Deskripsi halaman anda…” />

Efektivitas dari meta-tag description ini memang seringkali jadi perdebatan para pakar SEO. Terutama dari sudut pandang Google SEO. *kebetulan saya bukan pakar SEO, jadi ga ikutan debat hehehe..*

Banyak pendapat yang mengatakan bahwa meta-tag ini tidak terlalu berpengaruh pada hasil pencarian Google karena crawler mereka lebih menitik beratkan pada konten yang ada di sebuah halaman. Namun, menurut hemat saya, tidak ada salahnya anda mengoptimasi deskripsi anda, karena toh Google juga tetap menyarankan agar mengisi meta-tag description dengan informasi deskriptif tentang halaman anda. Dan Google juga tetap menyimpan data deskripsi ini, hal ini terlihat bila anda menampilkan daftar halaman apa saja dari situs atau blog kita yang terindeks di Google. Tiap halaman terindeks yang ditampilkan akan menampilkan isi dari meta-tag description yang anda sematkan. Atau, bila anda tidak mengisinya, maka Google akan menampilkan potongan paragraf pertama dari artikel anda yang mungkin untuk alasan seni menulis tidak anda buat keyword rich.

Isi deskripsi yang akan ditampilkan kurang lebih sekitar 160 karakter. Jadi kita bisa menganggap hal ini sebagai ukuran efektif dari sebuah meta-tag description. Pada deskripsi ini, rancanglah sebuah rangkaian kalimat yang kaya akan keyword dan tujukan kepada pembaca bukan search engine. Contoh sebuah deskripsi adalah sebagai berikut.

Keyword merupakan salah satu elemen penting dalam SEO untuk blog dan web.Di artikel ini kita akan mempelajari penentuan keyword yang tepat untuk halaman web anda

Rangkaian kalimat di atas sudah mencakup keyword yang ingin anda kejar, tanpa terlalu terlihat memasukkan keyword secara berlebihan. Dan bila deskripsi ini dilihat oleh calon pembaca, mereka bisa memperoleh gambaran akan uraian yang akan kita bahas di halaman web kita. Crawler Yahoo dan MSN dikabarkan sebagai mesin pencari yang memperhitungkan isi dari meta-tag description ini, jadi tanpa sadar kita sudah men-SEO-kan halaman kita untuk kedua search engine tersebut.

Keyword SEO di meta-tag keyword

Meta-tag keyword memiliki penempatan yang sama dengan meta-tag description. Penambahan meta-tag ini dilakukan dengan menambahkan string seperti berikut

<meta name=”keywords” content=”keyword1,keyword2,keyword3,…” />

Anda bisa menempatkan banyak keyword untuk halaman anda. Akan tetapi, terlalu banyak keyword akan membuat anda terkesan melakukan keyword stuffing dan malah akan menurunkan ranking anda di hasil pencarian. Sebuah mitos SEO mengatakan bahwa jumlah kata kunci yang ideal pada meta-tag keywords adalah sebanyak 7 buah kata kunci. Dan pada kenyataannya, sebuah halaman web yang kontennya bersifat niched alias terfokus pada satu tema tidak akan membutuhkan banyak keywords. Contoh keyword yang bisa dipakai untuk sebuah halaman web tentang optimasi keyword adalah sebagai berikut:

keyword,SEO,optimasi keyword,menentukan keyword,manfaat keyword,halaman pencarian,hasil pencarian

Di artikel optimasi keyword sebelumnya, saya sudah menggaris bawahi bahwa dalam membuat artikel, sebaiknya anda sudah punya gambaran akan keyword yang ingin anda kejar sehingga tidak akan sulit bagi anda untuk menentukan kata kunci yang akan diisikan pada meta-tag keyword ini.

Semoga penjelasan di atas dapat memberi sedikit gambaran bagi anda untuk menempatkan kata kunci yang anda kejar pada halaman web anda. Tutorial ini belum mencakup semua elemen penempatan keyword, masih ada tag Title, body text dan beberapa bagian lainnya pada halaman web yang bisa jadi tempat bernaung keyword anda. Penjelasan untuk bagian tersebut akan dibahas di seri selanjutnya dari tutorial ini. Jadi, jangan bosan berkunjung ke blog belajar SEO dari orang tidak kreatif ini ya :D

51 thoughts on “Tutorial SEO 2 – Penempatan Keyword bagian 1

  1. Om… bisa djelaskan lebih lanjut tentang over keyword atau keyword stuffing ….??

    ===
    Jawaban Gnupi
    Soal hal ini sudah sering saya bahas mas. Intinya, yang penting keyword jangan sampai melebihi 7% dari keseluruhan isi halaman :D
    ===

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:-[ (B) (^) (P) (@) (O) (D) :-S ;-( (C) (&) :-$ (E) (~) (K) (I) (L) (8) :-O (T) (G) (F) :-( (H) :-) (*) :-D (N) (Y) :-P (U) (W) ;-)