Koneksi Internet Murah Indosat 3.5G

Sebagai seorang blogger, terutama bagi yang berusaha untuk mendapatkan uang dari blognya, koneksi internet dapat dikatakan sebagai kebutuhan yang bersifat primer. Sayangnya, di Indonesia, seringkali pengembangan koneksi internet tersebut masih terpusat di daerah kota dalam suatu wilayah. Padahal, di kota tempat saya tinggal, Jogja, pasar bagi layanan koneksi internet cukuplah potensial, bahkan bagi beberapa tempat di luar wilayah Ring Road sekalipun. Saya sempat menanyakan perihal masalah ini ke provider internet non-seluler dan mereka mengutarakan kesusahan mereka untuk memperluas jaringan layanan koneksi internet mereka adalah masalah perijinan/birokrasi. Fiuh… kalo soal itu dibahas, nanti artikelnya jadi pekat dengan prasangka buruk nih, jadi mending langsung aja ke review koneksi internet murah Indosat 3.5G yach :D

Ketika saya membeli paket Bundling Indosat 3.5 seharga 1.2 juta pada akhir bulan September 2008, yang saya pikirkan saat itu adalah koneksi yang lebih handal daripada koneksi internet volume based 1 GB StarOne / Jagoan yang sudah menemani kegiatan online saya 1,5 tahun ini. Sekedar info, kecepatan koneksi internet StarOne sebesar 153 Kbps tersebut memiliki pembagian 78 Kbps download, dan 75 Kbps upload menurut metrik dari layanan SpeedTest.Net. Untuk browsing, walaupun terkadang terasa lambat, akan tetapi halaman yang kita buka cenderung akan terbuka dengan sempurna. Untuk download, bila koneksi internet StarOne sedang prima, kita bisa mendownload dengan kecepatan rata-rata hingga 24 Kbps :)

Nah, kebetulan karena saya membeli paket bundling modem 3G HSDPA Huawei E220 versi Indosat (CAUTION, modemnya di lock lho!), saya mendapatkan bonus berlangganan gratis layanan volume based mereka yang diklaim menggunakan kecepatan jaringan 3.6 MBps selama 3 bulan GRATIS. Lumayanlah, saya pikir cukup sepadan juga membeli modem yang di lock dengan bonus mencicipi cepatnya koneksi optimal mereka. Pada pertengahan Oktober, kartu pascabayar saya aktif, dan saya mulai menikmati koneksi internet Indosat 3.5G mereka. Hasil tes kecepatan SpeedTest.Net untuk koneksi indosat ini memberikan angka 2184 Kbps untuk download, dan 512Kbps untuk upload. Agak jauh dari 3.6 MBps memang, tapi untuk saya, kecepatan internet sebesar itu cukup fantastis *harganya juga fantastis kok ya*

Continue reading

Internet Bisa Berbahaya Juga

Perkembangan internet itu baik atau buruk?

Perdebatan mengenai baik buruknya internet bagi kehidupan sepertinya akan menjadi perdebatan yang tidak akan kunjung usai. Disaat blog belajar SEO ini berbicara mengenai manfaat internet untuk blogging, banyak juga hal-hal bersifat negatif yang semakin mudah diakses karena perkembangan internet. Kemajuan teknologi internet yang sepertinya semakin mengintegrasikan kehidupan offline dan kehidupan online penggunanya memang memungkinkan kita untuk bisa berinteraksi secara lebih ‘dekat’ melalui perantaraan dunia maya.

Memang sih ketika saya SMP dulu (sekitar 10 tahun yang lalu), saya pernah membaca sebuah artikel di majalah HAI bahwa ‘penggerak’ terbesar di dunia internet adalah keberadaan situs porno dewasa. Walaupun sekarang saya belum memiliki data mengenai penggunaan internet saat ini, namun besar harapan saya bahwa dengan keberadaan blog bisa sedikit membantu para pengguna internet untuk menggunakan internet dengan tujuan yang lebih bermanfaat.

Tapi sore ini saya bukan akan membahas urusan menyangkut perkembangan dunia sex orang dewasa di internet seperti transaksi cewek bispak atau private photo panas di account Friendster yang baru-baru ini baru diangkat (lagi) di tayangan dokumenter sebuah stasiun televisi.

Tiga hari ini saya dibuat terheran-heran karena beberapa kali menemui sebuah tindakan kejahatan berujung pembunuhan yang penyebabnya bermuara pada aktivitas internet seseorang. Continue reading

Tips Blog : Menghindari Jebakan di Blogosphere

Judul di atas mungkin membuat anda berpikir bahwa artikel ini akan membahas tentang penipuan di internet yang melibatkan blogger atau kemungkinan terinfeksinya komputer kita oleh virus di blog yang kadang kita kunjungi. Namun di artikel blog kali ini saya ga akan membahas hal seberat dan semenyebalkan itu kok. Cuma sedikit sharing tentang pemikiran saya ketika memulai kegiatan blogging dulu. Tentunya, yang perlu disharing adalah pemikiran yang jelek-jelek saja, kalo yang bagus-bagus diungkapkan di sini, takutnya nanti saya dikatai blogger narsis yang suka pamer :D

Kegembiraan yang paling saya rasakan ketika pertama kali punya blog adalah kemampuan untuk memiliki ruang pemikiran di internet. Soalnya, saya sudah menginginkan hal itu sejak saya SMP, tapi apa daya ilmu tak ada, jadi saya benar-benar tidak tahu bagaimana caranya untuk memiliki sebuah halaman di internet. Paling pol juga bikin Yahoo Groups yang lebih mirip papan pesan ketimbang halaman web :D

Jaman sekarang pastinya istilah blog sudah tidak seasing dulu, apalagi di kalangan netter muda yang rata-rata pernah dikabari oleh Tim Friendster tentang keberadaan Friendster blog sebagai salah satu fitur situs jejaring sosial tersebut.

Nah, dengan perkembangan informasi dan minat tentang blog tersebut (seperti diterbitkannya beberapa buku dari sebuah blog, AdSense, Paid Review), hal-hal yang berpengaruh di dalam blogging pun menjadi bergeser dan terkadang membuat blogger yang baru memasuki blogosphere menjadi bingung dan kehilangan arah dalam ber-blogging. Apa aja sih jebakan di blogosphere? Yuk kita coba uraikan satu persatu :D

Continue reading

Krisis Jati Diri dan Penyebabnya

Jati diri itu apa sih?

Pertanyaan itu selalu menggantung di pikiran Gnupi ketika masih bersekolah di SD dulu. Alasannya, karena di pelajaran PMP (Pendidikan Moral dan Pancasila) kata ‘jati diri’ seringkali terucapkan dan kerap bagian jawaban dari soal di ulangan-ulangan yang diberikan oleh guru saya dulu.

Bila dulu saya bertanya pada orang dewasa tentang apa itu ‘jati diri’, mereka seringkali kesusahan menjawabnya. Biasanya mereka akan menjawab dengan penyederhanaan definisi bahwa jati diri adalah kepribadian kita. Dulu sih saya tidak memperpanjang pertanyaan saya, dan percaya begitu saja. Namun, seandainya saja saat itu saya paham betapa pentingnya menemukan arti dari jati diri tersebut, maka saya akan terus mencari dan mencari pemahaman yang sebenarnya tentang jati diri.

Mengapa jati diri itu penting?

Pertanyaan di atas sangatlah urgent untuk mendapatkan sebuah jawaban. Dengan pemahaman saya yang dangkal ijinkanlah saya berbagi pendapat mengenai arti dari jati diri Continue reading

Membaca Blog bagaikan Mendengarkan Lagu

Pernahkah ada orang yang memandang sebelah mata terhadap hobi anda terkait dengan blog dan kegiatan blogging?

Kebetulan saya pernah, dan kejadian yang terakhir juga belum lama, baru sekitar 2 minggu yang lalu. Waktu itu teman lama saya ketika masih sekolah di Cilacap berkunjung ke Jogja. Dan kita sempat berbincang-bincang ngalor ngidul sambil menyantap mie ramen di dekat kampus. Kebetulan teman saya itu ketika kuliah sering ikut dalam kegiatan aktivis, dan punya hobi ngeband juga, ditambah lagi seingat saya teman saya itu juga cukup narsis. Lalu iseng-iseng saya bertanya apakah ia punya blog, soalnya dia sering terlihat online di YM. Ternyata jawabannya cukup mencengangkan, yaitu

Enggalah, kurang kerjaan, kaya ga punya temen aja :)

Jawaban yang ekstrim yach, mengingat apresiasinya terhadap dunia musik.. Tapi mungkin aja sebagian pendapat teman saya ada benernya, bisa jadi saya rajin blogging karena ga punya teman yang bisa mewadahi rasa ingin tahu saya, dan hasrat untuk mengeksplorasi keilmuan yang saya minati melalui interaksi dengan orang lain yang memiliki interest sama, sehingga larinya ke kegiatan blogging. Tapi itu bukan berarti saya ga punya teman, teman saya cukup banyak kok (bahkan kita punya jadwal bulanan duel game Naruto Narutimate Accel 2 di PS2 untuk menentukan ninja terhebat Konoha), yang ngantri jadi teman saya juga sepertinya masih banyak *becanda narsis*

Continue reading