Membajak Buku untuk Konten Blog, Etis ga ya?
Hari ini aku coba googling buat cari posisi situs ini terkait pembahasan SEO, ternyata belum ada perubahan sejak server situs ini melakukan setting network dan bisa diakses kemaren.. It’s ok.. Blogging still fun even without SEO
Cuma hal yang cukup menarik perhatian saya waktu googling adalah penemuan saya terhadap blog berbahasa Indonesia yang membahas tentang teknik SEO yang sangat familiar sekali dari titik sampai komanya dengan buku SEO yang pernah saya miliki. Setelah saya menelusuri blog tersebut, akhirnya saya menemukan fakta bahwa bahasan tersebut memang bersumber kepada buku SEO yang sama dengan yang saya punya. Dan dia membahas atau lebih tepatnya menterjemahkan isi buku tersebut perbab secara berseri.
Pertanyaannya, etis ga ya melakukan hal tersebut? Ketika belum lama ini saya ikut “menghakimi” Fajar yang membajak artikel blog Om Cosa dan beberapa blogger lainnya, sekarang saya menemukan fakta yang terbalik, sebuah blog yang membajak isi sebuah buku. Mungkin bagi kita orang luar akan dengan mudah mengatakan:
Toh ilmu itu seharusnya gratis, ga usah nuntut lah..
Tapi bagi si pengarang mungkin akan berpikir lain. Apalagi jika dalam mengarang buku SEO tersebut pengarang sudah melakukan riset dalam waktu yang lama guna menghadirkan informasi yang worthy untuk dibeli oleh konsumen buku tersebut…
Speechless.. saya jadi terbayang seandainya yang dibajak itu teknologi penghemat bensin yang ditemukan orang Yogyakarta, saudara sebangsa kita yang kreatif, pasti kemudian kita ramai-ramai protes ke negara tersebut… Lalu bagaimana dengan teman kita sesama blogger yang menulis ulang sebuah buku SEO luar negeri? Etis ga ya?
Artikel yang mungkin berhubungan

June 10th, 2008 at 6:03 pm
Kalo bisa sih mending tanpa membajak bos..
kalaupun kepepet ya membajaklah dengan baik..
pertamax..
Eh,bos omong2 di blog saya koq bisa muncul fotonya bos ya ??
gimana caranya ??
June 10th, 2008 at 6:07 pm
waduw gimana yah
keknya tetep ga etis deh
tapi ga tau juga ding lha wong aku juga pernah mbajak
June 10th, 2008 at 6:16 pm
wedew saya suka membajak .. mp3 doang tapinya,,,hehe
June 10th, 2008 at 6:17 pm
@Ganyos
Makasi masukannya mas Ganyos.. semoga makin banyak orang yang enggan mbajak seperti mas Ganyos
Supaya muncul gambarnya, mas musti daftarkan email mas ke http://www.gravatar.com, upload foto mas, nanti tiap komentar di blog yang support gravatar akan muncul foto ganteng punya mas Ganyos
@persikers
Hehehe… kalo pusing bikin konten emang mbajak bisa jadi solusi ngisi blog, tapi musti siap disindir
June 10th, 2008 at 6:19 pm
@ika
kalo mp3 dibajak, masih memberi keuntungan ke penyanyinya karena mereka makin ngetop
Bahkan band Naif malah bagi-bagi albumnya secara gratis
June 10th, 2008 at 8:48 pm
kalo kutip sehalaman dua halaman, disebutin sumbernya +gak dikomersilkan, saya yakin gak apa2. etis banget.
tapi kalo sampai dijadikan ebook, ya kasihan sih yg punya buku, ntar jadi gak laku
June 10th, 2008 at 9:09 pm
@chodirin
ga dijadiin ebook, tapi dijadikan seri postingan… lumayan banyak…
Bisa naikin SERP untuk kata kunci SEO.
Ya.. hari gini blogger peduli SEO pasti ada unsur komersilnya. Dari pengunjungnya kan bisa dapat pendapatan dari iklannya
June 10th, 2008 at 9:38 pm
kalo saya terus terang seneng ngambil ide postingan dari buku-buku yang saya baca, tapi tentunya tidak saya salin begitu saja, namun saya ceritakan ulang apa adanya aja
June 10th, 2008 at 11:39 pm
@yudi
Kalo mengambil ide posting itu agak berbeda dengan menyalin, apalagi mas Yudi mengambil ide dari buku motivasi dan makna kehidupan. Well… kita semua hidup dan belajar memaknai hidup kita, jadi ide posting bisa dikembangkan menjadi lebih kaya akan pengalaman mas Yudi sendiri.
Tapi… kalo mengambil ide posting dari sebuah teknik matematika dan algoritmik seperti SEO, agak susah mungkin ya. Karena kalo kita belum terjun ke sana, yang bisa kita bilang hanya “Katanya…” Kita harus menjalankan riset kita sendiri, baru kita bisa berbicara tentang SEO dari apa yang kita baca dari orang lain..
Tapi mungkin juga pendapat saya ga bener ya
June 11th, 2008 at 6:45 am
Wah mbajak buku ya? Mudah2an ga pernah, tapi sama kayak mas Yudi saya senang ambil inspirasi dari buku2 yang saya baca
June 11th, 2008 at 8:22 am
@Putra Eka
Iya, saya rasa kita punya tanggung jawab moral terhadap pembaca blog kita. Karena mereka mungkin akan menganggap tulisan kita adalah produk kreatif pemilik blog.
Kalo terinspirasi sih saya rasa sah-sah saja.. Karena memang penulis buku tersebut ingin pembacanya terinspirasi oleh karyanya
June 11th, 2008 at 9:47 am
Gak etis menurutku. Bagaimanapun itu adalah hasil karya orang lain. Kalo malas berpikir, lebih baik membajak sawah aja
June 11th, 2008 at 1:31 pm
@Dino
hehehe… bener-bener rakyat negara agraris
June 11th, 2008 at 2:14 pm
Hmmm, kalau yang dimaksud menyalin plek saya juga ga setuju, palagi kalo ga disertakan sumbernya. Cuma yang jadi masalah adalah jika pendapat yang kita sampaikan sama dengan isi buku itu gimana yah?
Misalnya saja untuk menggoreng telur itu harus pake minyak, dipanasi dulu, kemudian telurnya dipecahkan, masukan ke wajan. Nah klo sebelumnya sudah ada yg menulis seperti ini, lalu yang kita tahu juga cara menggoreng telur seperti itu. Bagaimana kita menulisnya? Apakah disebut pembajaka juga ga yah?
June 11th, 2008 at 3:47 pm
@adel
Dalam bisnis, selalu berikan nilai tambah mas. Kalo semua orang sudah tau cara menggoreng telur dengan cara yang mas jelaskan, maka kita beri tambahan bagaimana cara menggoreng telur yang lebih cepat dan lebih enak. Kalau ga ada nilai tambahnya, ngapain kita tuliskan. Lebih baik berikan saja link-nya biar mereka pada baca sendiri dari sumbernya
Hal yang saya kemukakan di artikel ini adalah sama seperti saya membuat posting pertama saya yang menyatakan bahwa artikel di blog saya adalah rewrite dari artikel punya mas @del. Kemudian, tiap mas @del posting artikel, maka saya tulis ulang dengan bahasa saya sendiri di blog saya, cukup dengan mengelink ke artikel-artikel colongan saya dari mas @del sebelumnya..
Apa mas @del terima digitukan?
June 11th, 2008 at 5:07 pm
membajak hasil karya orang lain memang g baik, tp selalu ada cara untuk melegalkan perbuatan yg tidak baik kan. he he he.
mampir ya…………
June 11th, 2008 at 5:45 pm
@sesy
Wah intinya… orang Indonesia harus belajar merelakan batik dan tempe diambil oleh negara lain ya
Terima Kasih sudah mampir
June 12th, 2008 at 1:41 am
Kalau mbajak mah pak tani juga bisa…wekekekke… ya jangan mbajak lah…
June 12th, 2008 at 7:11 am
@heddy
Wah… seneng sekali denger pendapat kaya mas Heddy..
Semoga semakin banyak orang seperti mas Heddy
Terima Kasih sudah mampir
June 12th, 2008 at 8:16 am
bener juga yah, kalo buku2 teknis pasti susah menulis ulangnya, kesannya pasti kopas
June 12th, 2008 at 10:08 am
@yudi
Kebetulan saya juga anak teknik. Kalo dari buku-buku teknik yang saya baca, tiap pengarang punya pendekatan sendiri mengenai sistem yang mereka bahas. Walaupun misalkan dasarnya sama-sama hukum fisika, tapi mereka memberi warna dari cara mereka merekayasa sehingga sistem tersebut bertingkah laku sedekat mungkin dengan teori fisika yang sudah mapan. Karena, teori fisika itu kadang dibuat dengan mengeliminasi beberapa eror minor, yang pada praktiknya eror minor tersebut tetap tidak dapat diabaikan
June 12th, 2008 at 6:35 pm
@gnupi: betul bro, pernah ada band indie amrik pernah contact saya via email minta album mereka di publish di blog mp3 saya, katanya mereka butuh dikenal dengan cepat jadi mereka minta bbrp pemilik blog mp3 untuk posting album mereka di blog2 tersebut termasuk blog mp3 saya,,hehe
June 12th, 2008 at 6:48 pm
@ika
Pengumuman buat band indie Indonesia…
Kalo pengen cepet terkenal, segera daftarkan lagu anda di situs milik Mbak Ika yang punya PR 2 dan Alexa Rank 74.640.
Keren kan
June 12th, 2008 at 9:26 pm
Hehe,aslina malah udah PR4 bro. Gara2 pasang ads TLA, blogku drop jd PR2. Ya sudahlah, nasi sudah jd bubur.asal ga jd nasi aking alias PR0 aja.hehe
June 12th, 2008 at 10:20 pm
@ika
Oo..karena TLA tho ngedropnya… Untuk Blogspot emang optimasi SEOnya agak ribet, kalo ga bener ngaturnya, suka terjadi kebocoran Page Rank dari blogroll yang dipasang… Kebetulan postingan di mp3frekaz itu ga ngelink satu sama lainnya dan terkesan berdiri sendiri-sendiri, jadi PR-nya cenderung banyak yang bocor ke link dari blogroll dan TLAnya
June 16th, 2008 at 10:45 am
Wah… orang yang punya blog ini pasti masih ada keturunan nabi yang nggak pernah melakukan pembajakan sama sekali dalam hidupnya, salut deh.
June 16th, 2008 at 11:01 am
@Pembajak
emang ada bro.. Keturunan Nabi Adam.as hehehe..
Terima kasih sudah mampir
July 2nd, 2008 at 4:09 pm
lebih baik membajak sawah, menurut saya sih gpp kalo mau menulis kembali dari apa yang pernah kita baca toh kita akan selalu belajar dalam hidup, tapi terkadang para pembajak membuat seolah-olah tulisan itu adalah miliknya atau hasil karyanya padahal yang ia lakukan hanya penulisan ulang tanpa menyebutkan sumbernya, gak etis juga kan
July 2nd, 2008 at 10:13 pm
@Sanyo
Yah.. godaan untuk mendapat pengakuan memang terkadang lebih besar daripada mempertimbangkan etis ga etis sebuah tindakan
Terima Kasih sudah mampir
September 17th, 2008 at 5:52 am
[...] itu, semisal kita membuat artikel yang kita rasa cukup bagus. Bila ada yang meng-copas / membajak konten blog kita, link-link internal biasanya akan tetap dipasang untuk menjaga relevansi artikel yang [...]
December 1st, 2008 at 9:28 am
[...] yang cukup aneh sepertinya. Akan tetapi, sadar atau tidak, belakangan ini pembajakan konten blog berbahasa Indonesia saya rasa semakin meningkat saja. Berdasarkan penyelidikan pengamatan saya [...]