Krisis Jati Diri dan Penyebabnya
Jati diri itu apa sih?
Pertanyaan itu selalu menggantung di pikiran Gnupi ketika masih bersekolah di SD dulu. Alasannya, karena di pelajaran PMP (Pendidikan Moral dan Pancasila) kata ‘jati diri’ seringkali terucapkan dan kerap bagian jawaban dari soal di ulangan-ulangan yang diberikan oleh guru saya dulu.
Bila dulu saya bertanya pada orang dewasa tentang apa itu ‘jati diri’, mereka seringkali kesusahan menjawabnya. Biasanya mereka akan menjawab dengan penyederhanaan definisi bahwa jati diri adalah kepribadian kita. Dulu sih saya tidak memperpanjang pertanyaan saya, dan percaya begitu saja. Namun, seandainya saja saat itu saya paham betapa pentingnya menemukan arti dari jati diri tersebut, maka saya akan terus mencari dan mencari pemahaman yang sebenarnya tentang jati diri.
Mengapa jati diri itu penting?
Pertanyaan di atas sangatlah urgent untuk mendapatkan sebuah jawaban. Dengan pemahaman saya yang dangkal ijinkanlah saya berbagi pendapat mengenai arti dari jati diri
Jati diri adalah ekspresi batin mengenai tempat dan peran kita di dunia ini, guna menemukan arti kehidupan yang hakiki, sebagai tuntunan hidup dalam menemukan kebahagiaan sejati di hidup kita
Sebuah definisi yang cukup panjang yach. Jika ada pembaca yang ingin berkomentar atau menambahkan, kolom komentar di bawah terbuka lebar untuk mendiskusikannya.
Koq tiba-tiba bahas jati diri sih?
Karena saya rasa penting untuk dibahas. Saat ini, banyak sekali saudara kita yang mengalami krisis jati diri. Mereka tidak tahu harus bersikap, berprinsip, berharap dan berbuat apa di tengah arus kehidupan yang menawari mereka dengan keragaman pola pikir yang menawarkan sebuah ‘kebenaran’ mereka masing-masing. Sebuah keadaan yang sering disebut dengan Krisis Jati Diri dalam pergaulan masa kini.
Banyak sekali pemuda Indonesia hanyut dalam apa yang mereka sebut pencarian jati diri, tanpa memahami bentuk jati diri itu sendiri dalam kehidupan. Hasilnya, beberapa dari mereka malah kehilangan jati diri mereka dan terus tersesat di dalamnya.
Di artikel ini saya tidak akan berusaha mengemukakan bagaimana seharusnya jati diri itu *guna menghindari konflik berkepanjangan* . Tapi lebih kepada mengapa krisis jati diri terjadi. Krisis jati diri seringkali disebabkan oleh:
Merasa hidupnya selalu diatur
Seringkali kita merasa hidup kita selalu dijalani dengan aturan yang dibuat oleh orang lain, entah itu orang tua kita, guru kita, norma masyarakat dan agama. Hasilnya, yang tumbuh malah pembangkangan terhadap semua aturan tersebut, dengan alasan mencari jati diri. Kita beranggapan bahwa jati diri kita mengatakan TIDAK pada semua aturan itu.
Padahal hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi, yang perlu kita lakukan adalah mencari nilai kebenaran dari aturan yang ada, sembari menimbang kembali proporsi antara hak dan kewajiban kita dalam sistem kehidupan yang kita jalani sekarang. Susah? ya jelas susah, lha kita harus bisa meredam ego kita untuk melakukannya
Mengejar penghargaan dari lingkungan
Pendapat bahwa jati diri seringkali dibentuk oleh lingkungan bisa jadi bumerang bagi yang mengutarakannya. Karena lingkungan kita juga belum tentu menemukan jati diri mereka, jadi bagaimana mereka bisa membentuk jati diri seseorang?
Yang benar, lingkungan menawarkan sebentuk pola pikir yang sering hadir di kehidupan seseorang, nah, soal jati diri seseorang itu menolaknya atau mengikuti pola pikir lingkungan, itulah yang mengubah pola pikir seseorang. Jadi lebih tepat untuk dikatakan bahwa lingkungan memberikan sebuah pertanyaan untuk dijawab oleh jati diri seseorang. Bila seseorang gagal menjawabnya dengan cara yang terbaik, maka orang tersebut akan mengalami krisis jati diri dan hanya mengejar pengakuan atas nilai-nilai dari orang lain yang (belum tentu telah menemukan jati dirinya) seumur hidupnya.
Memiliki pandangan sempit dan terbatas terdapat kehidupan
Ini adalah penyebab krisis jati diri paling krusial untuk diberantas. Tidak jarang kita hanya menerima kehidupan dalam 3 golongan, yaitu hidup enak, tidak enak dan biasa-biasa saja. Sekalipun penggolongan tersebut tidaklah sepenuhnya salah, akan tetapi parameter yang digunakannya sering kali menyesatkan, yaitu ‘harta’
Jadi, cara paling cepat untuk menemukan jati diri adalah dengan mencari kebenaran yang tanpa cacat, bukan hanya terlihat baik saat ini, tapi juga nanti, sampai kita keliang lahat sekalipun. Dan kunci untuk menuntun kita pada jati diri adalah dengan membiarkan nurani kita hidup, dan jangan pernah berhenti mempertanyakan kebermanfaatan hidup kita
Artikel yang mungkin berhubungan

January 25th, 2009 at 3:02 pm
Wow…… saya orang pertama yang baca artikel keren ini nih sepeertinya……… huehueheuheue…..
Mengembangkan pandangan hidup yah…. menarik sekali yang mas utarakan hari ini…..
Ini alasan kenapa belajar itu harus sampai liang lahat dan harus sampai china yah….. hihihiihihihi……
====
Jawaban Gnupi
hihihi.. kalo dipikir-pikir ucapan Nabi itu ada benernya yach.. Soalnya Cina kan penduduknya padat banget.. banyak pola kehidupan yang bisa kita lihat disana
=====
January 25th, 2009 at 4:18 pm
Hihihi.. ini adalah postingan investasi untuk posting berikutnya
January 25th, 2009 at 9:16 pm
artikelnya keren om, gw juga masih cari jatidiri soalnya memang masih muda. sepertinya harus banyak artikel-artikel semacam ini. salam kenal om.
===
Jawaban Gnupi
hihihi.. saya juga masih muda kok (sugesti anti penuaan mode: on)
Terima kasih supportnya. Banyak kok artikel semacam ini yang lebih bagus lagi di blogosphere. Sebetulnya yang penting itu bukan keberadaan artikel seperti ini, tapi kemauan untuk prakteknya bagi para pembaca artikel tersebut
===
January 26th, 2009 at 12:04 am
dan jangan pernah berhenti mempertanyakan kebermanfaatan hidup kita
terima kasih udah diingetin mas. kalau pas jagong bayi itu sering dengar doa “semoga jadi anak yang berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat”, tapi sering lupa untuk menerapkan doa itu ke diri kita sendiri.
jadi penasaran postingan berikutnya apa yah

===
Jawaban Gnupi
Mungkin itu menandakan bahwa sering kali kita tidak pernah bersungguh2 dalam berdoa dan hanya menghapal keinginan “standar” sebagian besar orang ya mas
===
January 26th, 2009 at 10:16 am
iye nihh kemana yahh jatuh jati diri saya ??? -ada yang tahuuu- wewekkwkeewk keren om tulisannya !! mesti banyak yang saya harus renungi nihh
===
Jawaban Gnupi
hihihi… kepala saya habis kena benturan.. jadi nulis kaya gini deh.. ngomongin jati diri hehe
===
January 26th, 2009 at 11:27 am
Setuju mas ipung mencari jati diri dengan mencari kebenaran yang tanpa cacat,tapi kenapa kebenaran dan kenyataan sulit kita terima, malahan kita memalingkan muka dengan adanya kebenaran itu, mungkin kita sudah terlalu lelap untuk tertidur…..

===
Jawaban Gnupi
Dan mencari jati diri sembari mencari kebenaran seringkali menjadi hal yang susah dimana ego kita menghambat proses dalam diri kita untuk mengakui kebenaran yang jelas terhampar di hadapan kita ya mas Dedik
===
January 26th, 2009 at 1:01 pm
wah dengan membaca posting mas ipunk diatas, memberikan saya sedikit motivasi untuk diri saya, artikel yang bagus mas


===
Jawaban Gnupi
Terima kasih supportnya
Saya juga banyak termotivasi sama komentar2 berkualitas di artikel ini.. thank you so much friends
===
January 26th, 2009 at 2:02 pm
Yup, jadi diri sendiri itu penting..
===
Jawaban Gnupi
Biar ga kesasar dalam menjalani hidup ini ya mas Wahyu
===
January 26th, 2009 at 3:07 pm
jati diri… penting banget.. oh iya mas mumpung isa blogwalking neh.. jadi mampir bentar aja.. buat baca2…
===

Jawaban Gnupi
Bisnis online Dion makin lancar kan?
Makasi ya dah nyempain mampir… belakangan saya juga suka susah blogwalking karena Indosat 3.5G-nya terlalu crowded
===
January 26th, 2009 at 4:44 pm
iyaah smua dah ada pada diri kita masing2…selama kita ngikuti hati nurani kita….
===

Jawaban Gnupi
Hihihi.. iya.. nurani itu mudah diucapkan, tapi suaranya sering susah kita dengar yach
Betewe.. kapan ulasan SEO PArking-nya dimulai??
===
January 27th, 2009 at 12:47 am
jati diri awak pon lagi krisis mas

===
Jawaban Gnupi
Waduh, kenapa kok bisa mengalami krisis jati diri mas Budi???
===
January 27th, 2009 at 7:46 am
saya harap saya tidak termasuk kena krisis jati diri, karena jujur aja saya sering pula ikut2an dan terbawa arus. mesti dikontrol nih

===
jawaban Gnupi
Yach.. solusi jangka pendeknya adalah menempatkan kita pada arus yang positif mas Yudi, jadi kalopun kita terbawa arus, ya menuju sesuatu yang baik.. tapi sayangnya banyakan arus negatif yach di sekitar kita
===
January 27th, 2009 at 8:54 am
saya juga berharap ga krisis jati diri pung, walau lingkungan agak2 aneh dan nampaknya emang kalo ga jaga prinsip2 ideal kita bakalan kena arus juga.. hehe
===
Jawaban Gnupi
hihihi.. iya.. mempertahankan prinsip adalah sesuatu perlu dijaga dengan penuh perjuangan
===
January 27th, 2009 at 11:24 am
wow… ngomong jati diri neh… saya punya jati diri ndak yah?? eh ternyata punya toh… hehehehe…. dan saya blon menemukan jati diri itu…
:(…. mudah2an aja segera ketemu.. hehhehe 

===
Jawaban Gnupi
Hihihi.. semoga lekas menemukan jati diri-nya mas Ganda. Enak lho, begitu kita menemukannnya, kita tinggal mengembangkannya sembari melangkah maju
===
January 27th, 2009 at 4:06 pm
Jati diri itu sesuatu yang bisa kita perjuangkan seiring berjalannya waktu, mau lebih membaik atau memburuk itu semua pilihan. Seperi ungkapan bijaknya Mario Teguh berikut:
“Waktu mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri”
===
Jawaban Gnupi
Kadang waktu malah bisa membuat berubah menjadi pribadi yang semakin keras lho. Karena tanpa kita sadari ada proses bawah sadar yang bekerja 24 jam tanpa henti untuk membuat kita semakin jauh dari kebijaksanaan bila kita tidak segera menghentikan program bawah sadar tersebut
===
January 27th, 2009 at 5:13 pm
Menemukan kebenaran tentang harus menjadi apa, dan ambil bagian dimana, dan apa manfaat dari keberadaan kita adalah sesuatu yang sangat penting.
Semoga saja kita bisa memegang apa yang oleh kita dianggap benar dan menjaga diri kita dari ambisi-ambisi yang membuat kita gelap mata dan kehilangan jati diri…
===
Jawaban Gnupi
Sebuah doa yang sangat menyejukkan
Terima kasih mas Satria
===
January 27th, 2009 at 6:01 pm
Krisis jati diri menandakan seseorang belum menemukan siapa dirinya yang sebenarnya. Akibatnya dia selalu gelisah karena merasa belum menemukan sosoknya yang pas. Susah-susah gampang sih, artinya susahnya dua kali (lebih susah). Hehehe….
===

Jawaban Gnupi
Hal yang harus dilakukan ketika menemui masalah yang rumit tapi urgent untuk dikerjakan adalah bersusah payah untuk bisa menyelesaikannya
Seperti soal menemukan jati diri ini, karena susah maka dari itu harus dimulai sesegera mungkin
===
January 27th, 2009 at 11:10 pm
Duh.. mg2 sy gak termasuk yg kena krisis jati diri deh.
Klo krisis jati blogger.. nah sy kena deh tuh.
he..he..
===
Jawaban Gnupi
OOh.. blogger-nya mas Abbie dari kayu jati ya bahannya hehehe
===
January 28th, 2009 at 2:07 am
waduh.. setelah baca2 artikel ini, kayaknya aku termasuk yg mengalami krisis jati diri nih.. tapi kok nggak terasa ya..

===
Jawaban Gnupi
masa sih.. bukannya mbak Tyas dari mudanya sudah terbiasa membentuk kepribadian??
===
January 28th, 2009 at 4:54 am
jati-diri adalah diri sendiri. jadi amat penting. dari situ kita melihat dunia dg tenang. bukan malah ribut mulu.
===
Jawaban Gnupi
hihihi.. iya, kalo semua orang sibuk memikirkan kebermanfaatan hidupnya, maka ga sempat ribut yach.. terus bekerja dan bekerja dengan lebih baik lagi
===
January 28th, 2009 at 8:45 am
Sep ulasan mengenai jati dirinya bung gnupi!
Nah, trus kan bnyk tuh yg blng blum mnmukan jati dirinya, apakah memang mereka belum menemukan jati dirinya atau memang mereka gak sadar kalo sudah memiliki jati diri? 



===
Jawaban Gnupi
tumben mas Ardy manggil saya dengan sebutan itu.. apa karena baru dari perjalanan jauh
Saya betulkan penulisannya yach mas Ardy, jangan2 pake Opera Mini nih jadinya disingkat-singkat.
Sebagian dari orang yang terus-terusan “mencari jati diri” tanpa pernah menemukannya, biasanya dikarenakan oleh sifat kerasnya yang belum mau menerima kebenaran yang digaungkan oleh nuraninya. Atau terkadang itu hanyalah alasan untuk bisa terus bertindak yang diluar kelaziman atau norma2 yang ada, dengan alasan guna mencari jati diri
===
January 28th, 2009 at 11:37 pm
Woah… tiap komen dibalas dengan baik… hihihihi……
Doa saya sudah terkabul nih….. hihihiiii, sebenernya, belum sampe post yg ngasih trackback ke post mas yg itu. Mas kecepetan ngasih terima kasihnya…. wkkwkwkwkwkkwk……
Sekuelnya masih panjang…. sekali……. n, makasih buat tiap komen bermutu mas di blog saya, saya belajar banyak dari mas…
Ngeblog ga selamanya buang2 duit n waktu…..
===

Jawaban Gnupi
Walaupun bukan posting yang memberi trackback ke artikel saya, kan uda ngasih link ke Gnupi.com, jadi ya saya berterima kasih Lam
Hihihi.. saya juga belajar banyak dari Alam.. belajar mengapa leher jerapah bisa memanjang
===
January 29th, 2009 at 10:24 am
udah ketemu mas.. hehehe…

===
Jawaban Gnupi
Syukurlah.. saya turut berbahagia thegands telah menemukan jati diri nya
===
February 8th, 2009 at 11:10 am
salam kenal….
setelah baca artikel ini aq jadi semakin bingung dengan semua hal yang aku cari selama ini…..ttg
,
,
, semua hal.. seperti yg mz blg… Memiliki pandangan sempit dan terbatas terdapat kehidupan
low boleh curhat… knapa aq selalu tersangkut pada dahan yang sama?
===
Jawaban Gnupi
Biasanya kita tersangkut pada dahan yang sama karena kita belum cukup belajar untuk bisa menghindari atau menyingkirkan ‘dahan’ itu dari perjalanan hidup kita.
Bila hidup itu pelajaran, maka berikan waktu yang cukup untuk membenahi diri dan beranjak dari kesalahan yang kita buat. Saat kita ’selamat’ dari sebuah kesalahan, janganlah lupa untuk menjadikan rasa syukur dan senang di hati kita sebagai tenaga untuk menghidupkan kebijaksanaan di diri kita
===