Hasil Belajar Memasarkan Produk Affiliasi – Merangkai Kalimat Penjualan

Sudah lama juga yach semenjak saya berujar akan mulai mempelajari internet marketing untuk memasarkan produk affiliasi di tahun ini, tak terasa sudah hampir 3 bulan sejak postingan saya tentang Moreniche. Walaupun akhirnya account saya disuspend karena katanya mereka tidak bisa mengkonfirmasi saya melalui nomor telepon yang saya berikan ketika pendaftaran :(

Tapi tidak apa-apa, selain Moreniche masih banyak kok program affiliasi lain yang bisa kita ikuti, so it’s not a big deal after all. Dan setelah beberapa waktu lalu mulai mengusahakan aktif belajar memasarkan produk affiliasi melalui blog, secara perlahan saya mulai meraba pola dasar pemasaran yang bisa kita lakukan untuk sebuah produk.

Banyak orang mungkin terbiasa berpikir bahwa memasarkan produk adalah sesuatu yang rumit (seperti saya), apalagi bila internet yang menjadi media pemasarannya. Dengan contoh yang mungkin sering anda temui, sekumpulan kode-kode HTML yang ‘kasar’, font-font warna warni dengan berbagai ukuran serta pemasangan tabel pada halaman web dan hal-hal lain yang membuat anda teringat bahwa anda membenci halaman web seperti itu akan segera membuat anda mengernyitkan dahi. Padahal pada prakteknya tidak harus serumit itu.

Konsep dasar praktis yang saya terapkan saat ini hanyalah prinsip yang saya dapatkan sekilas ketika kuliah dulu, yaitu “produk anda ada untuk memenuhi kebutuhan konsumen”. Artinya, kita perlu berfokus pada kata “kebutuhan” dalam memasarkan produk di internet, karena pembelian hanya terjadi ketika orang merasa butuh produk yang kita pasarkan.

Langkah selanjutnya yang bisa kita terapkan untuk mendekati faktor “kebutuhan” ini adalah dengan memunculkan rasa “butuh” tersebut di benak calon konsumen (pembaca landing page kita) dengan kalimat-kalimat penjualan yang kita tulis di sana. Pendekatan pemasaran ini bisa digolongkan dalam dua kategori, yaitu pendekatan dengan memanfaatkan rasa sakit (melemahkan psikologi calon konsumen anda), atau pendekatan dengan menguatkannya. Untuk lebih jelasnya mengenai pengkategorian ini, mari kita simak uraian berikut ;)

Pendekatan Pemasaran dengan Memanfaatkan Rasa Sakit

Walaupun terkesan aneh, pendekatan pemasaran ini dinamai seperti itu karena untuk membuat produk yang kita jual di internet terlihat dibutuhkan, kita menghadirkan hal-hal yang menyakiti calon konsumen kita. Contohnya ketika anda menawarkan produk obat pelangsing mujarab, anda menggunakan kata-kata sebagai berikut:

….

Memang sangat memalukan memiliki tubuh yang gemuk, orang-orang di sekeliling anda selalu melihat dengan sebelah mata, anda juga tidak pernah bisa tampil modis dan up to date karena tidak ada baju bermodel bagus yang pas di badan anda.

Sampai kapan anda ingin mempertahankan bentuk tubuh yang tidak indah tersebut? Kami bisa membantu anda, produk SuperLangsing akan membakar lemak-lemak di tubuh anda sampai tidak bersisa. Dapatkan segera SuperLangsing dan katakan

“Selamat tinggal badan gemuk!”

Menggunakan kalimat penjualan seperti di atas akan membuah calon pembeli anda merasa bahwa keadaannya adalah sebuah kesalahan, dan produk yang anda jual adalah dewa penyelamat yang akan mengeluarkannya dari keadaan tersebut.

Sekalipun mungkin calon pembeli anda akan tertarik untuk membeli produk yang anda jual di internet tersebut, namun mereka mungkin akan berpikir 2 kali untuk mereferensikan produk anda pada orang lain. Karena halaman penjualan anda memberikan pengalaman yang membuat calon pembeli anda merasa rendah. Dan saya rasa tidak banyak orang yang senang membicarakan sesuatu yang tidak menyenangkan bagi mereka sendiri ;)

Pendekatan Pemasaran dengan Menguatkan Calon Pembeli Anda

Memasarkan produk anda di internet dengan ‘menguatkan’ calon pembeli anda adalah menempatkan calon pembeli anda dalam sebuah pola pikir untuk menjadi lebih baik. Sehingga, aksi pembelian akan terlihat sebagai sebuah aksi untuk melangkah meraih apa yang mereka harapkan. Sebagai contoh untuk halaman penjualan produk pelangsing anda menggunakan kata-kata sebagai berikut:

….

Bayangkan betapa senangnya melihat binar takjub di mata teman-teman anda akan tubuh indah yang anda dapatkan dengan mengkonsumsi produk SuperLangsing.

Tampil modis dan mempesona tentu akan menjadi lebih mudah karena apapun akan terlihat indah melekat di tubuh langsing anda. Dapatkan kepercayaan diri yang lebih kuat lagi dalam hari-hari anda.

Jadi, apa yang masih menghalangi anda dan tubuh indah anda. Dapatkan segera produk SuperLangsing dan katakan:

Selamat Datang Tubuh Indah!

Walaupun kalimat penjualannya terkesan seperti menjual mimpi, akan tetapi bila kita bisa mengendalikan isinya agar tidak terlalu bombastis, rasanya tidak akan membuat orang berpikir seperti itu.

Metode Pendekatan Pemasaran mana yang lebih efektif?

Pertanyaan terbesar dalam usaha penjualan produk dengan membandingkan kedua metode di atas adalah metode mana yang lebih efektif. Secara jujur harus saya katakan, ada beberapa faktor lainnya yang juga cukup berpengaruh untuk menentukan prosentase konversi penjualan, seperti urgensi kebutuhan akan produk tersebut, keberadaan produk pesaing dan pastinya harga dari produk tersebut. Tapi dari pengalaman pribadi dengan menggunakan produk yang sama dan metode yang berbeda, hasil dari metode yang kedua lebih efektif daripada menjual rasa sakit dari calon pembeli anda :)

Bagaimana pendapat para ahli? Silahkan ditambahkan di kolom komentar :)

13 thoughts on “Hasil Belajar Memasarkan Produk Affiliasi – Merangkai Kalimat Penjualan

  1. Umumnya sih pelaku bisnis afiliasi memang pake kata-kata yang bombastis..

    kalo menurut saya sih sah-sah aja, asal ga nipu..

  2. menurutku orang2 paling pinter di dunia marketing dunia maya ituh emang yang bergerak di afiliasi macam beginian.. musti pinter nyusun kata2, something yang daku belum isa banget.. ;p

  3. pokoknya cara apa saja yang penting tiba2 prospek merasa butuh beli barang itu. Jika calon pembeli sudah merasa demikian maka kemungkinan dia akan beli :-)

    welkom bek mas ipung (*)

  4. Affiliasi ternyata juga seni ya. Walaupun konsep udh kepegang, tetep butuh belajar dan berproses untuk bisa membuat bahasa pemasaran yang tidak bombastis dan cenderung menjual mimpi tapi tetap menggugah selera.
    Sederhana tapi full magnitude.. cuma ilmu yang bisa membantu. :)

  5. postingnya bagus..
    ikut baca2 update terbaru ya..

    Oh iya ditunggu kunjungan balik ke BLOG HEBOH dan silahkan berkomentar sebanyak-banyaknya biar dapet banyak backlink,kbetulan juga BLOG HEBOH udah ber-PageRank 1..

    Salam sukses!!

  6. Bombastis boleh, tapi tidak boleh menipu.
    Yg kebanyakan terjadi di Indonesia kan bombastis yang menipu alias tidak sesuai dengan apa yang dijual. :D

  7. pung, ada info situs jejaring sosial baru yang bayar pake dollar.. wiii kereeen.. hehe infona ada di blog kulkas *promosi MODE ON*

    ===
    Jawaban Gnupi
    Aku dah baca mbak.. uda coba ninggalin komentar juga. Tapi dapat pesan “Your message can’t be posted right now” :p
    Yup2.. bakal daftar lewat referral mbak Ika ;)
    ===

  8. Memang sangat memalukan memiliki tubuh yang gemuk, orang-orang di sekeliling anda selalu melihat dengan sebelah mata, anda juga tidak pernah bisa tampil modis dan up to date karena tidak ada baju bermodel bagus yang pas di badan anda. < --- Kalo ada yg berani ngomong kayak gini ke saya, saya hajar bolak balik dia. Tp klo bilang gini : Tampil modis dan mempesona tentu akan menjadi lebih mudah karena apapun akan terlihat indah melekat di tubuh langsing anda <-- baru deh saya kasih senyum termanis... :-D
    ===
    Jawaban Gnupi
    Semoga para internet marketer di luar sana segera berhati-hati dalam merancang sales page-nya.. serem euy kalo salah-salah kata didepan mbak Zee :P
    ===

  9. wah contoh analoginya seep tuh, jadi bingung pake yang mana.. hehe.. yg penting jangan menipu aja deh :D
    ===
    Jawaban Gnupi
    Bingung memang memilih kalimat penjualan yang negatif atau positif.. soalnya hasil akhir yang kita harapkan hanyalah “Penjualan” :p
    ===

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

:-[ (B) (^) (P) (@) (O) (D) :-S ;-( (C) (&amp;) :-$ (E) (~) (K) (I) (L) (8) :-O (T) (G) (F) :-( (H) :-) (*) :-D (N) (Y) :-P (U) (W) ;-)