Blogger juga manusia
Tanpa bermaksud meniru judul salah satu lagu band Serieus, tiga patah kata pembuka di atas adalah salah satu hal yang kadang dilupakan oleh para blogger. Sejak Raditya Dika naik daun dengan buku yang merupakan kompilasi dari blognya, banyak teman saya yang terinspirasi untuk membuat blog dengan gaya penulisan uncensored words dan agak hiperbola seperti seleblog tersebut. Mohon fansnya jangan naik pitam dulu, jujur saja saya juga kadang terhibur dengan artikel-artikel di blog miliknya. Karena setiap orang pasti punya sisi gila yang kadang terkunci di dalam dirinya, dan Raditya Dika punya cara unik dan kreatif untuk membuka gembok tersebut ketika kita membacanya posting-postingnya
Namun, seringkali kita yang mencontoh (bila tidak mau dibilang meniru) agak gagal dalam memberi ‘keseimbangan’ dalam banyolan di artikel kita yang akhirnya membuat orang lain menjadi ‘muak’ membaca postingan kita yang agak hiperbola. Salah satu blog yang sering saya kunjungi juga sepertinya ada yang memilih cara penulisan seperti itu. Hal itu membuat artikel-artikel di blognya menjadi sangat panjang, namun dangkal secara isi dan makna. Sekali lagi, hal itu adalah pilihan pribadi dan pada intinya blog itu milik blogger tersebut, jadi mau diisi apa aja itu terserah mereka dan kita hanya dihadapkan pada pilihan membaca atau tidak membaca blog mereka. Jadi ga perlu komplain
Baca selengkapnya »
Tags:
Blogging,
cerita