Iklan Pemilu PilPres Nanti Serame Apa Yach?

Pemberitaan seputar kelanjutan Pemilu di Indonesia sepertinya makin ramai menghiasi media-media, baik visual maupun cetak. Mulai dari berbagai tuduhan kecurangan dalam Pemilu Legislatif kemaren hingga prediksi mengenai siapa yang akan mendampingi capres dari Partai Demokrat yang hingga saat ini menghasilkan suara terbanyak baik dari penghitungan KPU maupun QuickCount.

Namun kali ini saya tidak terlalu berminat untuk ikut-ikutan mengeluarkan prediksi pasangan capres dan wapres yang akan maju ke Pilpres 2009 besok. Saya justru lebih tertarik untuk mencermati iklan-iklan melalui media televisi yang dilancarkan oleh partai-partai peserta Pemilu legislatif beberapa waktu yang lalu.

Sekalipun mungkin sebagian orang menganggap pemilu legislatif beserta kegiatan kampanye para partainya kemaren sebagai ajang narsis para politisi, namun saya tidak memungkiri fakta bahwa dalam berkampanye, para caleg dan masing-masing parpol menjadi lebih kreatif dibandingkan dengan kampanye pada Pemilu tahun 2004 lalu. Seperti yang pernah saya bahas mengenai cara menjual barang, iklan yang dilancarkan oleh partai-partai peserta pemilu kemaren bisa kita kelompokkan dalam dua golongan tersebut, atau tidak keduanya.

Partai Gerindra

Iklan dari partai yang satu ini bener-bener dirancang dengan rapih menurut saya. Hanya saja, iklannya menurut saya tergolong iklan yang memanfaatkan rasa sakit dari target promosinya. Dengan mengedepankan kata “10 tahun mereka ditelantarkan”, Partai Gerindra seolah ingin mengatakan bahwa pemerintahan Bu Mega dan SBY telah menganak-tirikan salah satu komponen masyarakat Indonesia, dan partai ini akan menyelamatkan mereka dengan membawa perubahan berupa kebijakan yang memihak petani dan pembukaan lapangan pekerjaan. Ditambah lagi teknik hipnosisnya dengan menggandengkan kata-kata ‘janji manis’ dengan kata ‘Gerindra’ yang disuarakan dengan suasana bisikan bathin. Bener-bener bisa bikin mind sticky effect bagi pendengarnya. Selain iklan yang memanfaatkan rasa sakit tersebut, partai berlambang Garuda ini juga sempat menayangkan iklan yang bersifat inspiratif melalui iklan TIDAR mereka.

Strategi iklan mereka cukup bagus, ga heran jika mereka bisa menjadi a new rising star di pemilu legislatif kemaren. Bahkan dalam beberapa jajak pendapat mengenai calon presiden untuk RI, ada beberapa orang yang menginginkan Prabowo untuk jadi Presiden RI di pemilu pilpres mendatang karena menurut orang tersebut “Misinya bagus” πŸ˜€

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Partai satu ini bisa dibilang sebagai partai yang paling kreatif dan menghibur iklannya. Dengan menampilkan sosok wanita muda yang cantik, gaul dan terlihat smart, serta ditunjang dengan set stage yang menarik (interior dan wallpaper), mereka berusaha memaparkan achievement dan keunggulan dari partai mereka, tanpa terlalu menyinggung-nyinggung ‘rasa sakit’ masyarakat. Iklan partai PKS yang lain pun bisa dibilang cukup nyeni dengan memvariasikan kepanjangan dari singkatan mereka dengan kata-kata yang bagus, dibalut sebuah irama nyanyian, bener-bener nyeni dan memiliki mind sticky effect seperti iklan dari partai Gerindra. Sayang, mendekati akhir kampanye, partai ini juga turut menggunakan taktik ‘rasa sakit’ melalui iklan yang mirip dengan proklamasi kemerdekaan dulu.

So far, menurut saya iklan dari kedua partai inilah yang paling bagus dari sisi marketing. Tidak mengherankan bila partai PKS juga bisa lolos dari tsunami perolehan suara sebagaimana yang dialami partai Golkar dan PDIP πŸ™‚

Partai Demokrat

Partai yang satu ini cenderung berfokus pada pencapaian yang sudah diraih selama pemerintahan SBY. Sebetulnya iklan partai Demokrat yang bertemakan kemajuan pendidikan dan kesehateraan guru di awal masa kampanye terlihat segar dan smart. Namun entah mengapa, tiba-tiba iklan yang memperlihatkan pidato presiden SBY seolah menjadi lebih ditonjolkan, sebelum akhirnya diperbaiki dengan iklan yang membidik pasar anak muda melalui iklan mobil biru bernomorkan 31.

Bila dilihat dari segi art, iklan dari Partai Demokrat terkesan kurang nyeni. Tapi, memang sepertinya kekuatan mereka bukanlah bertumpu pada iklan mereka, tapi lebih kepada hasil yang ditunjukkan selama presiden SBY memerintah. Nothing can beat that I guess πŸ˜€

Iklan Partai Lain?

Memang, selain dari ketiga partai yang saya sebutkan di atas, masih ada iklan partai-partai lain yang cukup menyenangkan untuk dibahas. Akan tetapi, berhubung lagi males ngomong ‘buruk’ tentang iklan partai lain, lebih baik tidak dipublish di sini *ketimbang dituduh black campaign*. Soalnya beberapa iklan tersebut ada yang terkesan absurd, ga nyambung dan hal-hal yang tidak menyenangkan untuk dibahas.

Yang jelas, tren dari iklan partai-partai peserta Pemilu kemaren menurut saya terlalu ‘memanjakan’ rakyat. Padahal apapun yang terjadi di Indonesia saat ini (terutama hal-hal buruknya) juga tidak terlepas dari akibat sifat negatif bangsa kita sendiri. Secara pendidikan politik, seolah-olah semuanya ingin mengatakan bahwa kalau negara kita sengsara, itu semua semata-mata dikarenakan pemerintah yang sekarang itu tidak becus. Padahal kita sebagai elemen negara juga sudah kehilangan semangat juang yang dulu mengakar pada jiwa-jiwa pejuang kemerdekaan Indonesia.

Tapi saya cukup senang dengan perkembangan cara beriklan partai-partai yang saya sebutkan di atas, kecuali iklan yang menjual ‘rasa sakit’ bangsa. Setidaknya kalo iklan mereka bagus, kita kan ga terlalu bete bila acara kesayangan yang sedang kita tonton di televisi disela oleh iklan-iklan mereka. Saya harap, ketika PilPres nanti iklan yang mereka tayangkan akan lebih informatif dan menghibur.

Eniwei, kok tumben ngomongin partai n politik?

Iya, sebenernya cuma lagi pengen bikin related post mengenai pemilu aja untuk mendukung seorang teman yang sedang berjuang di kontes Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 πŸ˜€

CategoriesUncategorized

16 Replies to “Iklan Pemilu PilPres Nanti Serame Apa Yach?”

  1. Oh, ceritanya ndukung Kang Hakim to?
    Tapi dah telat, Mas. Pengumuman pemenangnya sudah ada di blognya Mas Pogung. Kang Hakim tidak ada dalam 10 besar. πŸ˜€

    Btw, saya setuju dengan komen di atas. Siapapun presidennya asal jangan SBY lagi. Saya lebih prefer JK, karena harus diakui selama ini JK-lah sosok di balik layar dari kesuksesan pemerintahan SBY.

  2. yang paling wagu iklannya PDIP. mencla mencle.. katanya ga setuju BLT tapi kok ya diiklannya malah dukung BLT.. iklan yang aneh.. :p

  3. Tumben nih nulis tentang politik. Pasti tetep berorientasi SEO kan mas? hehehe

    Soal iklan parpol, iklan Partai Gerindra paling jor-joran menurut saya. Bukan cuma jor-joran, tapi juga lebih kuat dan lebih jelas visi-misinya. Buktinya, saya akhirnya milih partai itu untuk tingkat nasional.

    Untuk capres, saya lebih memilih sosok PRABOWO. Ia punya wibawa dan ketegasan untuk tidak tunduk pada asing, terutama Amerika. Saat ini bangsa kita butuh pemimpin yg tegas seperti dia. Dan pada PRABOWO-lah saya melihat itu. Semoga ia maju sebagai CAPRES bersama RIZAL RAMLI sebagai CAWAPRES-nya. Jangan sama Mega!

  4. menurut sebuah survey, gerindra termasuk partai yang paling royal dalam membelanjakan iklan, seharusnya ada regulasi tentang batas maksimal pengeluaran untuk biaya iklan partai…

    sayang uang ratusan miliar menguap begitu saja, kalau memang dia membela rakyat kecil, bukankah uang sebesar itu seandainya disumbangkan untuk rakyat jauh lebih bermanfaat?

  5. Yup…Gerindra emang mantep iklannya…saya akui itu…gak ngebosenin…tapi kayanya rada lebay dikit…mosok semuanya ada lambang gerindra…heheheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *