Jogja Clothing Fest 2008

Hari ini, Jogja Clothing Fest 2008 Dibuka

Begitulah judul sebuah artikel di halaman kedua surat kabar harian Kedaulatan Rakyat edisi Jum’at 12 Desember kemaren. 3 tahun terkakhir ini, frekuensi diadakannya sebuah pameran di kota Jogja memang cukup meningkat. Bisa dibilang, 2 bulan sekali pasti diadakan sebuah pameran di Jogja, entah itu pameran buku, kuliner, komputer, UKM, bisnis, elektronik ataupun pameran umum kota Jogja sebagaimana Jogja Fair yang kini menjadi agenda rutin setiap tahunnya.

Sepengetahuan saya, baru kali ini diadakan sebuah pameran baju di Jogja yang bukan bertemakan pada rancangan desainer tertentu, sekalipun bila sekedar sale di Galeria Mall atau Plaza Ambarukmo sih cukup sering diadakan. Penasaran dengan pameran tersebut, saya dan kedua orang tua saya memutuskan untuk melihatnya siang itu dengan harapan bisa melihat berbagai produk baju yang ada di Jogja. Saat itu, sepertinya Ayah saya membayangkan akan dapat melihat berbagai macam baju batik di pameran tersebut, syukur-syukur bila harganya juga cukup ringan di kantong.

Jogja Clothing Fest 2008 ini bertempat di GOR UNY. Dari banyaknya jumlah sepeda motor yang diparkir di sana, saya bisa membayangkan banyaknya pengunjung pameran sandang ini, sekalipun menurut saya HTM untuk pameran ini tergolong mahal, yaitu 3ribu rupiah, padahal biasanya pameran komputer saja hanya 2ribu. Terakhir kali saya memasuki gedung itu adalah sekitar setahun yang lalu ketika sedang diadakan pameran buku di sana. Waktu itu keadaan bangunan tersebut belum sepenuhnya selesai dan udara di dalamnya amat sangat panas. Tapi dalam event pameran kali ini, gedung GOR UNY tersebut sudah terlihat bagus dan di dalam ruangan sudah ditempatkan beberapa unit AC serta kipas angin besar. Tapi apa mau dikata, banyaknya pengunjung yang memenuhi GOR UNY membuat pendingin ruangan tersebut seolah tak kuasa menahan luapan udara panas dari para pengunjung.

HTM diatas rata-rata dan udara panas, tidak ada yang suka itu. Tapi hal yang membuat saya dan orang tua kecewa justru karena pameran tersebut hanya diikuti distro-distro dari beberapa merk pakaian yang digemari pemuda-pemudi gaul seperti kaos, tas, topi, celana dan jaket yang lagi ngetren di kalangan anak muda jaman sekarang. Soal harga tidak perlu ditanya, sekalipun sudah diberi diskon, tetep saja lebih banyak barang yang harganya diatas rata-rata normal. Sebut saja sebuah kaos oblong dengan corak yang tidak terlalu keren dan bahan yang tidak terlalu tebal (bila tidak mau dibilang tipis) seharga di atas 80ribu. Sekalipun saya tergolong orang yang cupu soal pakaian, tapi saya tahu bahwa saya bisa mendapatkan kaos dengan bahan dan model yang lebih bagus dengan harga yang beralasan di counter 61 Plaza Ambarukmo. Anehnya, banyak sekali anak muda berdandan modis dari ujung rambut sampe kaki yang datang dan berbelanja di sini, untuk sesaat saya tidak percaya kalo di negeri ini baru saja ada demo penurunan BBM, dan rakyat berteriak karena terhimpit naiknya harga kebutuhan pokok.

Setelah selesai berkeliling sambil terus merasa kesasar di pameran ini, kami bergegas pergi meninggalkan Jogja Clothing Fest 2008. Berhubung hasrat bapak saya untuk berbelanja baju sepertinya belum surut, jadi saya ajak saja untuk melanjutkan acara jalan-jalan kami ke sebuah factory outlet di Jalan Malioboro. Dan kami tidak salah, di toko yang kami kunjungi, kami menemukan barang yang menurut kami lebih bagus dengan harga yang lebih oke. Oya, pameran ini baru ditutup hari Minggu 14 Desember alias hari ini. Bagi yang tertarik melihat pameran distro-distro di Jogja sambil cuci mata melihat pengunjung-pengunjung dan penjaga counternya, don’t miss this event πŸ˜€

NB: Sayang, di pameran ini saya nda ketemu artis seperti kenangan mas Ecko di Solo

Mohon maaf kalo tanggal postingannya diubah. Soalnya uda cape bikin artikel ini sebelum berangkat kemaren, tapi saya tangguhkan scheduled postingnya karena blog ini sempat error. Sayang kan kalo artikelnya dibuang begitu saja πŸ™‚

Oya.. mari beri dukungan moral buat Koolsonic. Artikel curhatan tentang sangatmurah.com-nya malah menuai ceramah memojokkan dari komentator-komentator ‘pintar’ yang tidak meninggalkan alamat blog sama sekali. Benar-benar mencurigakan πŸ˜€

CategoriesUncategorized

11 Replies to “Jogja Clothing Fest 2008”

  1. Aku ga sempet liat sana mas.. hikzzz katanya murah2. Dan banyak cewe cantik.. Yang alasan kedua itu yg bikin kecewa banget,.. Wkakkakkaka (H)

    ===================
    Jawaban Gnupi:

    hehehe.. iya.. bukan hanya cantik, tapi modis abiez mas.. orang banyak banget yang ngeceng baik di luar maupun di dalam GOR UNY-nya mas πŸ™‚

    ===================

  2. wew kalau banyak ceweknya, tau gitu ikutann.. apalagi biasanya banyak cewek yang pakainnya irit bahan (15 centi diatas lutut) haha, mayan tuh buat cuci mata πŸ˜€

    ==========
    Jawaban Gnupi:
    Di Jogja sekarang banyak pemandangan kaya gitu mas.. coba aja ke Plaza Ambarukmo. Dari yang putih susu sampe sawo matang tersedia, dijamin 15cm di atas lutut.. 7 hari seminggu minimal ada 5 yang pake baju gitu πŸ™‚
    Jadi prihatin sebenernya πŸ™‚

    ==========

  3. heheheh 3 ribu rupiah tapi kaaan… mata jadi sehat pung, soalna liat cewe2 cakep kan..hehehe

    oh iya, mengenai komen2 di soal SM itu saya juga heran kok yang kontra2 pada tidak menyebutkan url nya ya,, heran saya..

    ===========
    Jawaban Gnupi:
    Sebenarnya masih manjuran lihat cek adsense 4 digit mbak buat cuci mata hehehe πŸ™‚

    Iya, aneh bener itu komentar di artikel tentang sangatmurah.com.. Mudah sekali dibaca maksudnya πŸ˜€

    ==========

  4. 15 centi diatas lututnya itu :ngecesss:

    ========

    Jawaban Gnupi:
    Wah.. dilap dulu mas ilernya..
    Sekarang dan dulu emang beda mas.. dulu kita musti ‘berusaha’ sedikit kalo pengen lihat yang ‘indah-indah’. Sekarang ga minta pun banyak yang ngasih gratisan πŸ˜€
    Semoga Indonesia bisa keluar dari krisis budaya seperti sekarang ini (*)

    ========

  5. saya rasa 3000 rupiah jadi mahal karena mas ipung ga puas dengan baju2 yang dipamerin, coba diganti jadi pameran cewek cakep, pasti harga 3000 terasa cukup murah hehehe… (H)

    ========

    Jawaban Gnupi:

    Bener mas… lha kalo pameran komputer masuknya cuma 2000, trus barang-barang yang dipamerin saya suka. Plus, SPGnya juga lebih bersemangat dan bervariasi hehehe πŸ™‚

    ========

  6. @ika: saya udah sebutkan urlnya lho, bikin trackback juga, silahkan di baca (Y)

    =======

    Jawaban Gnupi:
    kok ngabari mbak Ika di sini mas?
    Ga salah alamat pho? :p

    Betewe.. saya sudah baca artikelnya, tipsnya sih bagus, tapi sebelum beropini, ketahui dulu situs macam apa yang disuspend. Bila anda belum / tidak tahu, sebaiknya tidak beropini yang memojokkan πŸ™‚

    Antara apa yang dikatakan di artikel anda, dengan apa yang anda lakukan pada mbak Ika itu sama saja. Oh ya.. tolong jangan dibawa peperangannya ke blog saya yang damai ini. Sekalipun saya bermasalah dengan hosting saya, saya nda pernah sampai memaki admin web hosting saya. Alasannya, adalah karena saya anggap mereka teman dan partner saya. Dan saya juga ingin dianggap seperti itu, bukan pengganggu yang ngerecokin kerja mereka disaat mereka sedang mengalami masalah dengan layanan mereka.

    Itulah gunanya customer service, itulah gunanya corporate branding. Saya bukan anak ekonomi, jadi bila ingin tahu lebih jelas tentang itu, bisa tanya teman anda yang kuliah management πŸ˜€

    Pembelaan saya pada mbak Ika lebih karena banyak munculnya komentator ‘pintar’ dadakan yang bernada menyudutkan. Admin web hosting saya mungkin juga akan mentertawakan tingkah admin web hostingnya mbak Ika kalo saya ceritakan. Soalnya admin web hosting saya melarang situs semacam situs mbak Ika untuk berada di server mereka. Dan saat mbak Ika pertama kali datang ke web hosting yang mengecewakan itu, mereka menerima dengan tangan terbuka dan hangat bahkan setelah mbak Ika mengkonsultasikan keadaan blog yang mau dihostingkan di hosting mereka. Kalo mereka yang salah prediksi atas performa hosting mereka, jangan jadikan mbak Ika sebagai korban dunks.

    Sekian kata-kata dari saya, silahkan direnungkan dan dikoreksi. Kita semua penghuni jagad maya tidak selayaknya saling menyudutkan, tapi saling memberi solusi.

    Be a gentleman, not a coward. (ini pesan untuk penyedia web hosting mbak ika, bukan buat de LaRos) πŸ˜€

    =======

  7. wah htnm 3rb? htm pameran komputer pun 2rb? bukankah itu termasuk murah? klo di jkt sini pameran-2 htmnya pasti kisaran 25rb-50rb….

    tp emg hrs disesuaikan dgn isi pamerannya, klo emg ternyata pamerannya standard saja, mustinya masuknya gratis tuh.

    =======

    Jawaban Gnupi:
    Iya ya.. kesannya saya ga bersyukur.. pake standar orang Jogja sih πŸ˜€
    Tapi ya itu masalahnya dari segi perbandingan tempat dan beberapa hal dengan pameran lainnya, 3ribu kelihatan mahal jadinya πŸ˜€

    =======

  8. sayangnya saya udah pulang dari jogja πŸ™

    ======
    Jawaban Gnupi:
    Baru dari Jogja tho mas? oooh.. ikutan wangsit 3.0 itu ya?

    Bisa dishare dong hasil kumpul-kumpulnya.. pasti sangat membantu teman-teman sekalian πŸ˜€

    =====

  9. Menurut pandangan Anda komentar saya yg satu baris itu membawa perang ke blog ini ya? atau jawaban Anda yg puanjang itu? πŸ™‚

    hhmmm.. ok deh tidak perlu di reply comment saya yg satu ini..

    =======
    Jawaban Gnupi:
    akan tetep saya reply kok πŸ˜€

    Saya memberikan jawaban panjang karena anda mengabari mbak Ika lewat blog saya. Dan itu jelas ga ada relevansinya πŸ™‚
    Lagi-lagi mungkin anda juga belum tahu bahwa mbak Ika adalah blogger yang selalu kehabisan kuota bandwith speedynya. Jadi kemungkinan untuk membaca pesan anda di sini sangatlah kecil πŸ™‚
    Karena itu, demi memberikan pendapat netral ke pembaca blog saya yang mungkin mampir ke blog anda dan membaca opini anda, saya memberi mereka sedikit prolog agar tidak simpang siur.

    Seperti yang saya bilang di blog anda, bahwa tips anda bagus, karena etika itu memang sangat penting. Maka dari itu saya juga mempertanyakan etika bisnis dari provider hosting mbak Ika πŸ™‚

    Saya dan mas Leoslab.net mungkin hanyalah sebagian dari blogger yang mengetahui perihal masalah mbak Ika dengan pihak penyedia hosting sejak awal mulanya. Jadi saya bukan ngajak perang melalui komentar saya yang panjang, saya mengajak untuk berbicara apa adanya.

    Begitu saja mas, saya ndak emosi kan? πŸ˜€

    Yukz mari (*)

    ======

  10. wah…wah… semoga cepat kelar yang mas. Cariin hosting offshore dunk untuk mbak Ika, biar cepet pindah dari hosting sangatmurahan tersebut…wkwkwkk

    =======

    Jawaban Gnupi:
    Hehehe.. sebenernya saya nda ada masalah kok mas Putera. Hanya saja kemaren nda tega lihat artikelnya kulkas di penuhi komentator pintar yang nda punya blog. Semuanya seolah-olah mau bilang Mbak Ika melanggar TOS πŸ˜€

    Kalo untuk nyariin offshore hosting yang cocok buat mbak Ika, cuma Servage kayanya yang bisa jadi alternatif. Tapi belakangan performa mereka buruk katanya πŸ™

    Repot juga ya…

    ========

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *