Kenapa Harus Membajak Konten Blog?

Seberapa sering artikel blog anda dibajak?

Pertanyaan yang cukup aneh sepertinya. Akan tetapi, sadar atau tidak, belakangan ini pembajakan konten blog berbahasa Indonesia saya rasa semakin meningkat saja. Berdasarkan penyelidikan pengamatan saya beberapa bulan ini, artikel blog-blog yang dibajak biasanya ditempatkan di blog gratisan yang terlihat sekali bahwa blog itu tidak diurus oleh bloggernya. Dan artikel tersebut berkait dengan kata kunci spesifik, yang mana artikel tersebut menempati halaman pertama SERP untuk kata kunci tersebut.

Kenapa membajak artikel blog orang lain?

Hal ini seringkali menjadi perdebatan tanpa penyelesaian. Pasalnya, mereka yang membajak seringkali beranggapan bahwa “ilmu” bersifat gratis, jadi ga ada salahnya kan kalo ilmu yang dibagi di blog orang lain mereka copy di blog ga penting mereka. Semisal di sini saya bilang tujuan blog belajar SEO ini adalah berbagi tips SEO, tips paid review atau tips adsense dll, mereka yang mengcopy artikel saya di blog mereka akan berargumen seperti ini, “Lho.. katanya mau berbagi, jadi apa salahnya kalo saya copy di blog saya?”.

Kalo uda gitu, saya hanya bisa berkata dalam hati:

Bila anda konsisten menganggap bahwa ilmu itu anda anggap gratis, lalu apa yang menghalangi anda untuk mengembangkan ilmu anda beserta tulisan anda sendiri?

Apa yang menghalangi anda untuk menceritakan ilmu yang anda anggap gratis itu dari buah pikiran anda sendiri?

Hmm.. jawaban dari pertanyaan saya hanya satu, yaitu “Malas” :p

Tanpa bermaksud bersikap sok bisa membaca kepribadian seseorang, saya menemukan beberapa alasan seseorang membajak konten blog orang lain.

(i) Tidak tahu mau menulis apa di blog mereka

Hal ini biasanya dilakukan oleh blogger pemula, yang mana mereka tidak tahu mau menulis apa, namun, karena terinspirasi oleh buku-buku penjual mimpi mudah meraih dollar dengan blog, mereka jadi memaksakan diri membajak blog orang lain. Parahnya, mereka seringkali tidak memahami etika penerbitan ulang artikel orang lain.. jadi, mereka mengcopy paste saja tanpa memberikan link back ke artikel aslinya. Tipe pembajak musiman seperti ini seringkali bisa anda abaikan, karena resolusi mereka dalam blogging biasanya akan hancur dalam waktu yang tidak terlalu lama πŸ™‚

(i) Mereka sok menjadi narasumber yang baik

Tipe pembajak blog seperti ini, biasanya berpikir agak cerdas. Mereka pikir, dengan mengumpulkan artikel tutorial terbaik dari Search Engine, suatu saat nanti blog mereka akan ramai. Dan pengunjung akan betah di blog bajakan tersebut. Sayangnya, lagi-lagi seringkali mereka tidak menyertakan linkback ke artikel aslinya. Tipe pembajak seperti ini perlu sedikit diwaspadai karena bisa membahayakan SERP blog anda, ketika anda kehilangan mood blogging anda dan lambat laun blog anda dianggap sebagai blog copasnya πŸ™‚

(i) Mengisi kekosongan di blog mereka

Setelah sekian lama blogging, tidak jarang kita mengalami kejenuhan dan kemampetan ide dalam menulis artikel. Padahal pengunjung dan sahabat blogger anda senantiasa rajin mengunjungi blog anda. Akhirnya, blogger tersebut mengcopy sebuah artikel blog lain, dan menyajikannya di blog mereka dengan memberi referensi ke artikel aslinya, dalam bentuk teks saja, bukan sebagai hyperlink. Hal ini sengaja mereka lakukan agar SERP blog mereka tetap aman. Tapi hal ini akan merugikan blog yang isinya dibajak karena blog-blog semacam ini biasanya juga cukup aktif dan memiliki “nama” di Google, bisa-bisa blog aslinya malah yang dianggap mengandung duplicate content.

(i) Mencari Linkback

Dari sekian banyak tipe pembajak blog yang sudah saya sebutkan. Tipe pembajak jenis terakhir ini adalah tipe pembajak blog paling keji πŸ™‚ Mereka membuat blog pendukung untuk blog utama mereka, dan blog pendukung itu mereka isi dengan konten bajakan, demi keuntungan dari sisi SEO mereka sendiri. Blogger seperti ini mudah sekali dilihat dari banyaknya link out di sidebar blog mereka. Yach.. inilah sisi hitam pembelajaran SEO, sehingga mereka jadi sibuk memikirkan diri mereka sendiri tanpa menghiraukan kepentingan orang lain ;(

Pembajakan memang sudah mengakar di budaya kita, entah itu membajak buku, film, musik mp3 atau konten blog. Kesemuanya hanya bersumber dari satu pola pikir yang seharusnya kita berantas, yaitu pola pikir mengharapkan sesuatu yang bukan haknya. Jadi.. semua ini kembali tergantung pada diri kita, apakah kita memilih menjadi bagian dari masalah, atau menjadi seseorang yang memberikan solusi πŸ™‚

CategoriesUncategorized

36 Replies to “Kenapa Harus Membajak Konten Blog?”

  1. aduoohhh malu tenan ik aku. kali ini kena deh (H)
    aku sesekali adalah tipe pembajak yang suka kopas artikel lucu, baik dari buku maupun situs lain, dan parahnya tautannya aku buat dengan bentuk teks, bukan hyperlink.

    aduhh.. ampunn, saya ketahuan deh.. :-$

    tapi ga sering2 ko (tetep aja mbajak yud hehe..) πŸ˜€

  2. hihihi…. blogku yg kumpulan self improvement short stories dlm bahasa inggris juga cuma copas-copas aja dr emagazines…. tp selalu sebutkan sumbernya…
    wong tadinya udah mau dikubur tuh blognya…

  3. Saya dulu juga pernah tuh mas ngebajak konten πŸ˜› tapi bukan konten blog lain, tapi dari suatu website berbahasa inggris (untuk mencari traffic orang2 bule) (H) Tapi sekarang g lagi mas, meskipun blogger baru nih ya, tp saya mau yg lebih alami πŸ™‚

  4. Kena awak bah πŸ™ ada pulak punya awak sebagian yang gitu :-SS cuma bagian jurusnya :)) bukan bulet bulet. Misalnya kayak buat sidebar gimana, yah ku tuliskan pake bahasa ku sendiri kalo itu COPAS juga gak yah πŸ˜€

  5. jadi inget masa2 belajar blog dulu saya copas blog2 english buat daftar adsense πŸ˜€
    yah walaupun ilmu itu gratis tapi kalau mau copas sebisa mungkin jangan merugikan si penulis aslinya, berikan keterangan yg jelas dan link balik biar nggak kena duplicate content penalty.

  6. kalau sy jarang ngebajak blog orang, soalnya tidak ada tulisan orang yang lebih baik dari tulisan saya (pd boleh dong), hehe

  7. @yudi
    “letakkan pedangmu dan bertobatlah.. ”

    Lho kok kaya biksu Tong yach :p

    @tyas
    hehehe… kalo e-magazine yang didonlot sih ndapapa, nda ada yang dirugikan πŸ™‚

    @Cengeng-NgesanT_ ^
    wah.. kurang tau saya kalo soal itu πŸ™‚

    Speechless aja dech :p

    @Masenchipz
    Iya.. blog saya juga pernah kena efek itu pas blog ini lagi hibernasi biar saya konsen garap TA πŸ˜€

    @NdesO
    Keep the spirit πŸ˜‰

    Ayo menulis πŸ˜€

    @Medan Blogger
    soal copas atau engga.. pasti nurani kita yang lebih tahu πŸ™‚

    @izandi
    Ayo.. kita copas blog Izandi tanpa kasih linkback πŸ˜‰

    @kidedfith
    iya.. dibahas berulang-ulang emang lebih sering menghabiskan tenaganya ;(

    @Mercedes Diecast
    Karena SEO emang salah satu tool untuk bisnis, pastinya ada sisi hitam dan putih-nya πŸ™‚

    @fanari
    Iya.. jangan sampe yang uda susah-susah nulis jadi rugi.. itu namanya mengurangi rejeki orang lain πŸ™‚

    @ryan
    hehehe.. nice words πŸ˜‰

  8. wahh, kena sentil nehh
    ane emang biasa kopas untuk dummy blog, tapi ane ambil di article directory yg emang disediain untuk di copas

  9. ngebajak mp3 paling wuenak tenan… hihihihihi

    oh iya, saya keamren2 keabisan kuota spidol aja kok bro,, hihi mumpung dah tanggal muda lagi ya kuota balik lagi,,kekekekeke

  10. @Arielz
    saya ga nyentil siapa-siapa lho.. soalnya kalo blog bahasa Indonesia aja dibajak.. itu sudah memprihatinkan.. bagai ditusuk sodara sendiri πŸ™‚

    Kalo ambil di article directory sih, itu uda peruntukannya πŸ™‚

    @ika
    walah.. ganas banget.. sampe habis 1 GB, padahal mbak Ika ga suka donlod2 ya.. Hebat euy (y)

    @suamimalas
    wkwkwkw.. sesama yang baru dibajak blognya πŸ™‚

  11. Tips dari saya adalah selalu memasang link yang mengarah ke blog kita. Sehingga tanpa disadari, mereka telah memberikan link untuk kita.

  12. Klo antra blog kita sendiri, dialihbahasakan ke english ato indonesia gitu….apa termasuk pembajakan ya dalam konteks semacam itu…????

  13. @ika
    kayanya mbak Ika memang butuh laptop buat WiFi-an di Hotspot gratis deh πŸ™‚

    @manggis
    kalo itu kan tidak merugikan orang lain.. jadi ya ga perlu dianggap mbajak. Dan bila sudah dialihbahasakan, ga akan dianggap duplicate content oleh Google πŸ™‚

  14. Hehehe, sebagai salah satu korban pembajakan beberapa waktu lalu, saya merasa blog2 pembajak seperti ini hanya krisis identitas saja. Mereka beranggapan kalau blog yg ramai itu adalah blog yg “pinter”, dan “tahu apa saja”, “lebih tahu” dari pembacanya”, dsb. Padahal tidak harus seperti itu. Blog santai yang berisi kisah-kisah pribadi seperti punya Fenny (blog ajaib) nyatanya bisa rame juga koq?

    Selain itu ini juga berhubungan cara-cara pintas mencari uang di internet. Para pembajak ini sukanya isntan dan tidak mau menunggu lama-lama untuk memperoleh hasil. So, ini hanya masalah mental.

  15. @Ecko
    Bener banget mas Ecko.. blog cerita sehari-hari, asal kitanya bersahabat juga bisa punya pembaca πŸ™‚

    Cuma ya itu.. pembajak itu merugikan.. jadi gemez hehehe πŸ™‚

  16. Wah mereka kalo membajak mentah2 seh…

    kalo saya rewrite ulang kata-kata dari mereka, hitung-hitung buat nambah posting diblog bahasa Inggris. hehehe

    jangan ditiru yach πŸ˜‰

  17. @Paman Gober
    Iya.. kalo dengan cara paman Gober, itu ga merugikan pengarang aslinya dari segi SEO.

    @Donny Kapahang
    Iya.. menghargai orang lain adalah salah satu etika dalam masyarakat, dan membajak adalah salah satu bentuk penipuan πŸ™‚

  18. Mang bener orang indonesia paling pinter dalam urusan bajak membajak (N)
    Mulai membajak sawah,bajak kaset,cd,dll
    hee heee heee
    Mari kita hapus sgala macam pembajakan bersama KPK{Komisi pemberantasan kasus pembajakan}

  19. @deddy
    yuuk mari.. setidaknya mulai belajar ‘mengurangi’ dikit-dikit, karena itu kan memang bukan hak kita, jadi ga ada bedanya sama DPR yang korupsi ya πŸ˜€

  20. menurut saya jangan ngopas dari blog/situs bahasa indo, mending ngopas blog bahasa luar trus di translete kan malah bagus buat yang bahasa Inggrisnya cuma tau “oh yes, oh no” kaya saya. Saya sendiri suka bingung soalnya bahan blog saya hasil bacaan yang saya tulis lagi menurut pemahaman saya nah kalo gitu ngopas g yach…. :-S

  21. @ade saiful
    iya.. kalo translate blog berbahasa asing emang tidak merugikan penulis aslinya.. hanya saja masih ada sedikit beban moril bila kita tidak menunjukkan siapa penulis aslinya πŸ™‚

    @Dinda Yumi
    Silahkan..asalkan ada link ke artikel aslinya, blog dipublish ulang di blog anda kok πŸ™‚

Leave a Reply to Donny Kapahang Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *