2 Hari Penuh Motivasi

Dalam menjalani kehidupan, seringkali kita mendengar pemahaman seperti

Segala perbuatan yang penting adalah niatnya

Anehnya.. tidak semua niat baik yang kita kerjakan memberikan kebaikan pada kita, bahkan mungkin kita menjadi susah karena perbuatan baik kita sendiri. Apa yang kita lakukan bila mengalami hal buruk karena niat baik kita?

Menyesal?

Menggerutu?

atau Tersenyum?

Jika anda memilih dua sikap yang pertama, maka anda bersikap manusiawi, tapi bila anda memilih sikap yang terakhir, maka saya bisa bilang bahwa anda memiliki motivasi yang kuat 😉

Sekalipun judul artikel ini adalah 2 Hari Penuh Motivasi, bukan berarti saya baru ikut workshop pengembangan diri lho. Hanya saja, 2 hari kemaren saya mengikuti serangkaian acara pelepasan status saya sebagai mahasiswa tua di UGM dan dalam acara-acara tersebut banyak saya dapatkan nasihat-nasihat penuh motivasi yang berguna 🙂

Yah.. walaupun sudah berumur 24 tahun, selama mengikuti acara tersebut, seolah-olah saya merasa menjadi “anak” kembali. Soalnya, dalam acara tersebut, yang paling berbangga dan bahagia biasanya adalah orang tua, berbeda dengan para lulusan yang biasanya merasa akan mulai memasuki kehidupan horor baru dan menuntut mereka untuk mengaktualisasi semua yang telah mereka pelajari guna meningkatkan kehidupan mereka. Tapi entah kenapa, dalam kondisi dimana saya merasa kembali menjadi “anak”, saya malah bisa bertahan mendengarkan petuah-petuah membosankan tersebut, dan merefleksikannya dengan apa-apa yang sudah saya kerjakan selama ini.

Di dalam pelepasan wisudawan wisudawati di jurusan saya yang diselenggarakan oleh adik-adik angkatan yang imut-imut itu, terselip beberapa pesan dalam sambutan-sambutan yang disampaikan dalam acara tersebut. Tanpa banyak memboroskan kata, mari kita share pesan motivasi hidup yang saya dapatkan dua hari kemarin.

Belajar berbangga diri atas pencapaian pribadi kita, walaupun itu terlihat kecil bagi orang kebanyakan

Salah satu teman saya dalam sambutannya mengingatkan bahwa seringkali orang berbangga diri karena mereka adalah bagian dari sebuah perusahaan yang besar, dan seringkali mereka meremehkan orang-orang yang berusaha menciptakan sesuatu yang baru dari perusahaan kecil yang mereka miliki sendiri. Padahal dengan perusahaan kecil tersebut, mungkin kita bisa memberdayakan orang-orang dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah, sehingga mereka bisa meningkatkan taraf hidup mereka.

Intinya adalah, work to help others, not only to help yourself 🙂

Jika anda bekerja dan berjuang untuk sesuatu yang lebih besar, maka semangat anda akan jauh lebih besar, lebih kuat dan pikiran anda akan terus hidup untuk menyelesaikan masalah-masalah anda.

Kemudian, orang tua teman saya tersebut mengingatkan sebuah ayat yang intinya adalah sebagai berikut

“rejeki dari Tuhan, datang dari arah yang tak disangka-sangka”

Pesan tersebut menciptakan pola pikir yang selalu berbaik sangka terhadap kehidupan. Sekalipun usaha jujur yang kita lakukan sepertinya belum memberikan hasil, janganlah kita lantas berbuat curang atau tidak pantas hanya demi mendapatkan uang atau hal lainnya. Penting banget untuk diingat di jaman serba susah seperti sekarang 🙂

Kemudian, ketua jurusan saya turut memberikan wejangan dari hasil refleksinya selama belajar dan bekerja di Jerman.

“Dalam dunia nyata, perusahaan hanya akan memperhatikan hasil dari apa yang kamu kerjakan. Namun, janganlah kita lantas hanya memikirkan uang saja. Fokuslah pada apa yang kamu kerjakan dengan sebaik mungkin, dan nantinya uang akan datang melalui jalannya sendiri”

Well.. ketua jurusanku tidak berbicara persis seperti yang saya tulis sih.. maklum, kelamaan di Jerman jadi agak lupa merangkai kata dalam bahasa Indonesia 🙂

Intinya adalah, jadilah ahli di dalam bidang pekerjaan yang kita kerjakan. Uang akan datang sejalan dengan keahlian yang anda asah. Bila kita terus-terusan mementingkan uang di atas pekerjaan kita, maka kemampuan pribadi kita seringkali tidak akan berkembang 🙂

Nah.. yang terakhir adalah ketika saya sedang menjalani acara wisuda. Salah satu dari wakil mahasiswa menyatakan sebuah prosa indah yang tidak bisa saya ingat sepenuhnya.. Namun kira-kira bunyinya seperti ini.

“Jadilah salju di tengah gurun. Yang mana hadirmu sangat terasa menyejukkan sekitarmu. Dan setiap butir pasir akan menyadari perpindahanmu walaupun hanya satu centi. Karena engkau berani membeku dalam neraka. Karena engkau.. berbeda”

Yach.. sebuah prosa yang agak berlebihan sih. Namun inti pelajaran yang bisa saya ambil adalah, seringkali kita takut bertindak benar, karena kita hanyalah “orang biasa” dalam sebuah lingkungan. Dan karena kita takut “dibuang” oleh lingkungan bila kita ngotot mempertahankan kebenaran tersebut, seringkali kita mengikuti kemauan lingkungan kita sekalipun tahu bahwa mereka salah. Maka dari itu.. jadilah sesuatu yang “diperhitungkan”, dengan begitu, ajakan kita pada kebaikan akan mendapat telinga yang mendengarkan dan kita bisa mengajak mereka pada sebuah kebaikan. Dan semua itu, hanya dapat diperoleh dengan usaha dan pertolongan Tuhan semata.

Dari keempat motivasi penuh kekuatan di atas, saya hanya bisa menyimpulkan bahwa untuk bisa menggapai kesuksesan dijalan kebaikan, selayaknya kita selalu berniat baik dan dilandasi oleh motivasi yang baik. Karena hasil dari niat baik anda belum tentu akan langsung anda dapatkan, dan saat itu, diperlukan motivasi yang baik & kuat guna membuat anda bertahan melalui semua ujian dalam menggapai hasil yang anda inginkan.

CategoriesUncategorized

24 Replies to “2 Hari Penuh Motivasi”

  1. pertama, selamet ya,,,sudah bukan mahasiswa lg ya (H) 😀
    kedua, niat yang baik, berusaha, berdoa dan satu lagi selalu istiqomah, InsyaAlloh 🙂

  2. Selesai deh kuliah.
    Selamat ya mas (G). Selamat menempuh hidup baru.

    Lho??
    Jadi sarjana dan dituntut berkarya ‘kan hidup baru.
    Ya kan mas? 🙂

  3. @erna
    Terima kasih Mbak..

    Btw.. InsyaAllah apa nih? kok ga dilanjutin.. semoga InsyaAllah yang baik2 ya 🙂

    @abbie
    Iya.. hidup yang baru.. kebebanan titel.. jadi harus mengasah keahlian di bidang elektronik dan instrumentasi lebih dalam nih.. 🙂

  4. saat ini saya hanya bisa sebatas work only to help myself.Itupun kadang ngank bisa ngehelp myself 😀 .
    Tapi plan untuk membikin usaha kecil-kecilan ada, tapi untuk ngelangkahin kaki kok berat kali ya.. mas ?

  5. @budi tarihoran
    hahah..nanti kue dan hidangannya saya attach ke e-mail aja ya 🙂

    Terima kasih mas Budi 🙂

    @Izandi
    Iya.. prosanya rada ekstrim.. sekelas kata-kata Dr.Aidh Al-Qarni ni kayanya 🙂

    @kebo
    Hehehe… minimal kita kerja untuk bisa berbuat lebih banyak buat orang tua atau sodara mas. Karena semangat itu bisa membangkitkan kita disaat kita putus asa dengan diri kita sendiri 😉
    Saya juga pernah buka usaha kecil-kecilan dulu mas.. Memang berat menyandang predikat pemilik sekaligus karyawan dari usaha milik kita sendiri. Tapi kalo kita enjoy menjalaninya, nantinya kita akan belajar melihat bahwa rejeki yang datang dari usaha kecil itu rasanya seperti bener-bener jatuh dari langit hehehe 🙂

  6. @badoer
    Segera menyusul mas Badoer.. terus semangat yach 😉

    @gudangan
    hehehe.. kaya kenang-kenangan dari mantan aja nih wkwkwkw 🙂

    @ozant
    Iya.. pusing belajar hal-hal fundamental yang sempat terlupakan buat tes-tes nanti hehehe 🙂

    @Leoslab
    Pasti sukses lah mas Leo.. kan mas Leo cinta mati ma IT, masa ga sukses 😉
    Semangat selalu mas Leo 🙂

  7. @adinata
    Bakal semangat 🙂
    Terima kasih (b)

    @Nias Zalukhu
    Merinding.. kaya artikel horror aja 🙂
    Kalo soal itu, saya sih sudah mengalaminya berulang kali mas Zalukhu, hehehe belakangan ini juga masih kejadian sih ;-(
    Kecewa cukup satu hari aja.. besoknya harus ceria lagi dunks 😉

    @Artha
    Terima kasih pak.. saya pasang pose imut yach buat di foto 🙂

  8. semangat tiap hari, dengan motivasi yg tepat, indonesia bisa bangkit nih! koq cuman 2 hari? kenapa gak tiap hari aja penuh motivasinya?!

  9. selamat ya Pung.. udah diwisuda…

    motivational wordnya oke 2 tuh.. jadi penyemangat diri..
    tapi, jadi salju di gurun gak mau ah, cepet leleh kepanasan…

  10. @tyas
    Terima kasih mbak Tyas 😀

    Hehehe.. justru yang ekstrimnya itu untuk bisa terus menjadi salju di tengah gurun mbak.. jadi ngadem-ngademin seisi gurun.. gitu filosofinya.. kalo leleh itu namanya tergerus lingkungan hehehe 🙂

  11. keren keren dah, dalem semua tuh quotenya. aku juga paling suka kalo dinasehati yang begini-begini. jadi adem dan semangat (H)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *