SEO dan Duplicate Content

Dalam optimasi SEO, duplicate content adalah faktor yang seringkali terlupakan oleh seorang blogger / webmaster. Hal ini disebabkan karena kurang disadarinya sumber-sumber dari duplicate content yang berefek buruk bagi optimasi SEO situs kita, baik dari situs kita sendiri maupun dari situs lain.

Apa itu Duplicate Content

Secara mudahnya, duplicate content adalah sebuah halaman yang memiliki derajat kemiripan yang terlalu besar dengan halaman lain di dalam database search engine. Yang dimaksud dengan halaman lain di sini adalah URL yang berbeda.

Semisal kita memiliki dua halaman dengan URL yang berbeda seperti berikut:

http://belajarseo.com/apa-itu-SEO.html

dan

http://tutorialseo.com/SEO-itu-apa.html

Karena kedua halaman tersebut sama-sama membahas tentang definisi SEO, besar kemungkinan bahwa search engine akan menganggap salah satu dari halaman tersebut sebagai duplicate content, walaupun sebenarnya penulis halaman tersebut adalah dua orang yang berbeda. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketidak unikan gaya menulis dari blogger yang membuat halaman tersebut sehingga kata-kata dan pola kalimat yang digunakan dalam membahas SEO di dalam halaman itu cenderung sama.

Sebenarnya membuat halaman yang unik tidaklah begitu susah. Kita hanya perlu meluangkan lebih banyak waktu dalam mengeksplorasi bahasan yang ingin kita suguhkan dalam halaman kita. Dan karena blog itu tentang berbagi, kita bisa sharing dengan pendapat atau pengalaman yang terkait dengan apa yang kita bahas. Ya.. itu bisa dilakukan bila kita sudah mempraktekkan atau mengalami yang kita tulis alias bukan No Action Talk Only 🙂

Efek SEO dari Duplicate Content

Duplicate content memiliki efek yang beragam untuk tiap halaman. Terkadang penalti yang diberikan hanyalah ranking SERP halaman yang tidak efisien (halaman 10 dst) namun terkadang ada yang halamannya sampai dihilangkan dari SERP. Hal ini tentunya sangat merugikan karena keberadaan halaman kita di SERP merupakan sumber traffic, page rank dan dapat menaikkan peringkat kita bila kita ingin mendapatkan uang dari blog 🙂

Bagaimana Search Engine menentukan Duplicate Content

Algoritma yang digunakan search engine dalam menilai sebuah halaman itu merupakan duplicate content atau tidak sebetulnya masih merupakan misteri. Tidak ada yang tahu ukuran pas dari pendeteksian tersebut. Namun, dari studi kasus yang pernah terjadi, kemungkinan sebuah halaman dinilai sebagai duplicate content adalah sebagai berikut:

Memiliki Kesamaan Judul Halaman

Judul halaman yang sama biasanya sengaja digunakan karena sebuah judul memiliki volume pencarian yang tinggi. Misalnya di dalam bahasan SEO, terdapat pencarian yang tinggi untuk kata ‘Belajar SEO’, ‘Tutorial SEO‘,’Tips SEO’ dll. Bila sebuah halaman memiliki judul yang sama dan isi yang mirip dengan yang sebelumnya ada di database search engine, maka besar kemungkinan bagi halaman tersebut dianggap sebagai duplicate content.

Memiliki Kesamaan Kalimat dan Paragraf

Hal ini biasanya terjadi bila seorang blogger benar-benar meng-copy-paste atau hanya memberi sedikit modifikasi pada sebuah artikel dari blog lain yang dianggapnya bagus. Bila kita sungguh-sungguh menginginkan blog atau situs kita memiliki atribut SEO yang tinggi, rasanya originalitas memang harus dikedepankan. Walau tidak menjamin halaman kita adalah halaman yang unik, setidaknya kita ga perlu berhadapan dengan beban moral karena meng-copy-paste halaman orang lain.

Tidak Memiliki Outbound Link yang Relevan

Kadang seseorang yang baru belajar SEO berpikir bahwa outbound link itu malah menimbulkan kebocoran Google Page Rank semata. Memang, dari sudut pandang Page Rank untuk halaman itu saja, itu benar. Namun yang perlu kita ingat adalah bila blog atau situs kita tergolong baru, dan search engine belum memiliki referensi tentang bahasan di blog atau situs kita, maka ia akan mencari referensi dari link-link yang ada di halaman kita. Bila kita dengan sengaja tidak memberikan satu link pun ke halaman lain dan ternyata halaman kita tidak unik, maka akan semakin besar kemungkinan halaman kita dianggap sebagai duplicate content.

Blog Platform, SEO dan Duplicate Content

Blogger yang terlalu bernafsu dalam mengoptimasi SEO untuk blognya biasanya akan berlebihan dalam menggunakan metode optimasi SEO dengan ‘tagging’ pada artikelnya. Misalkan, untuk halaman yang membahas Belajar SEO, dia memasukkan artikel tersebut ke dalam kategori ‘SEO’, lalu untuk tag-nya dia menyematkan banyak tag yang berhubungan dengan SEO seperti ‘SEO’, Belajar SEO, Apa itu SEO, Tutorial SEO, teknik SEO dll dengan harapan dapat menembak keyword SEO untuk halaman itu.

Memang, dilihat dari sisi tagging, metode itu tidak salah. Namun, blog platform biasanya akan memberikan URL yang berbeda untuk halaman yang sama seperti berikut:

http://ahliseo.com/belajar-SEO.html

http://ahliseo.com/category/SEO/belajar-SEO.html

http://ahliseo.com/tag/apa-itu-seo/belajar-SEO.html

Dan ini akan membuat blog tersebut seolah-olah memiliki duplicate content dari dalam blog itu sendiri, bahkan bisa saja membuat blog tersebut dijatuhi dakwaan melakukan keyword stuffing. Jadi mulai sekarang sebaiknya kita tidak berlebihan dalam melakukan tagging. Atau kita bisa juga menerapkan beberapa metode dengan blog wordpress yang akan dibahas di artikel selanjutnya 🙂

Kesimpulan

Cara mudah dan terbaik menghindari duplicate content itu adalah :

Be Honest

Menulis apa yang kita tahu secara jujur, bukan menulis untuk membuat kita seolah-oleh tahu tentang sesuatu.

Be Original

Menulis dengan buah pikiran kita sendiri, atau dengan pengetahuan orang lain yang sudah berproses di pikiran kita.

Be Informative

Beri pembaca referensi ke halaman lain tentang bahasan yang mungkin mereka perlu tahu. Baik dari blog anda sendiri maupun blog orang lain.

Be Asa

Biasa aja ngasih tag-nya, ga usah berlebihan hehehe 🙂

CategoriesUncategorized

70 Replies to “SEO dan Duplicate Content”

  1. Rasanya pembahasannya lompat-lompat ya.. mohon maaf sebelumnya.. saya membuatnya sambil diburu waktu dan janji membalas pingpong teman-teman blogger 🙂
    Balasan komentar mungkin ga secepat biasanya.. mohon maaf ya teman-teman, saya jarang banget bisa online sampai bulan depan ;(

  2. wah gitu ya mas, makasi atas penjelasannya, mas klo saya tidak menentukan sebuah tema pada blog saya, ada kemungkinan kagak saya punya pagerank?

  3. @Artha
    bisa-bisa saja. Secara umum tema blog lebih berpengaruh pada SERP. Semakin banyak sebuah tema dibahas oleh sebuah blog, maka keyword pencarian yang terkait dengan tema tersebut akan lebih sering memunculkan blog kita pada SERP.

  4. Susah memang klo berurusan dengan mesin, dia mempunyai aturan yang baku. Berbeda dengan manusia yang masih memiliki toleransi.

    Hemat saya sih, posting saja sesukanya dulu, jangan terlalu memikirkan apakah nanti terbaca duplicate atau bukan. Selama kita menulis dengan bahasa sendiri, lebih bagus relevan dengan tema blog, itu sudah cukup. Terlepas kalimat yang kita tulis pernah ada sebelumnya, itu urusan nanti. Toh yg ngblog itu bermilyar-milyar orang, dan tidak menutup kemungkinan beberapa diantaranya memiliki pemikiran dan kalimat yang sama dengan kita.

    So, keep posting and always learn everywhere.

  5. Wah, pembahasannya manteb neh mas. Jadi tahu kekurangan dari duplicate konten. Soalnya selama ini blog saya yang laen langsung copas ajah trus ditranslate pake google translate ke beberapa bahasa. 😀

  6. belakangan ini saya malah lagi males banget nerapin seo seo an.. soalnya pas 3 bulan kemaren udah berusaha nerapin tups2 seo hasilnya malah pr saya turun. jadi sekarang kalo nulis ya saya nulis aja, males ngelink2.. hehe..

  7. Thanks mas Ipung infonya.. (Y)
    Saya pikir dlu duplicate content tu ya copas-an itu.
    Ternyata mirip-mirip dikit jg ada resiko dianggap duplikat ya?
    Wah.. tambah angel ki sinau SEO-ne 🙂

  8. @@del
    nulis sesukanya kan sama aja be honest and be original ya 🙂

    @Paman Gober
    Iya mas.. kadang kalo bingung bikin konten blog bahasa inggris.. kita emang suka maen kopas aja.. Setelah dipraktekkan, ternyata rank-nya di SERP suka ga tinggi.. jadi trafficnya kurang memuaskan..

    @jempolkaki
    ya.. lama-lama juga bisa mas.. Mengeluarkan ide dari otak itu juga perlu latihan kok 😉

    @thegands
    Sama-sama bro 🙂

    @ika
    Iya sih.. emang rada gondok kalo PR ga naek2 :[
    Tapi pada dasarnya SEO memang bukan untuk semata-mata naikin PR mbak.. tapi naikin traffic. PR nantinya mengikuti 🙂

    @Izandi
    ganti permalink sama aja bikin deadlink.. agak lama baru bisa normal lagi 🙂

    @ruben
    Pengennya juga bisa tetep rajin posting bro 😉
    Semoga kesibukan saya segera berlalu… kangen blogging and blogwalking kaya biasanya ;(

    @tyas
    blognya mbak Tyas uda rame kaya gitu.. ga perlu dipertanyakan lagi mbak Tyas 🙂

    @abbie
    mirip-mirip dikit sih engga duplicate content mas.. tapi kalo mirip-mirip banyak lha baru duplicate content 😀

    @malapu
    sama bro.. blog gadget saya juga agak-agak mendekati DC nih 🙂

    @all
    makasi ya uda dateng 🙂

  9. @the gands
    alexa rank itu ga lepas dari kebaikan teman-teman yang sudah mau berkunjung ke sini. Terima kasih ya mas 🙂
    Btw.. kalo menurut dnscoop, alexa segini belum ada apa-apanya ternyata.. padahal saya sudah bersyukur banget masih ada yang mau mampir 🙂

    @Izandi
    Iya.. emang uda jadi 1 pas update kemaren.. dari banyak backlink yang ditebar, ternyata cuma 19 yang diitung sama google 🙂

  10. @masenchipz
    kalo gaya bahasa kaya mas Cipto mah, yakin deh ga bakal dianggap duplicate content hehehe 🙂

    @okta sihotang
    sama-sama mas.. wah.. uda lama ga sempet blogwalking ke tempat okta.. masih di Astra kah?

  11. Be asa, tak kirain asa itu kosa kata Inggris terbaru. Belum pernah denger soalnya. Eh, ternyata mo ngomong biasa toh? Btw, kalo cuma biasa-biasa aja (gak ditebelin, digaris bawah, di ini, di itu) katanya efeknya gak seberapa. Bener gak sih, Bro?

  12. duplicated content tapi banyak link bekualitas masuk ke postingan itu katanya bisa menang di serp juga yah mas? bener ga sih? apa cuma hoax?

  13. Kalau masalah tagging bisa diakali pakai permalink pattern 😉 Dan juga search engine sekarang cukup cerdas untuk mendeteksi mana saja yang internal link 🙂

    Info yang bagus Mas 🙂 , saya juga lagi jarang posting dan blogwalking nih 😀

  14. Saya lagi bermasalah dengan beberapa aggregator. Dalam SERP justru yang ada di aggregator yang muncul, sedangkan blog saya malah hilang dari SERP…

  15. Duh, sampe gatel saya pengen ngomong: AYO DI UPDATE DONG!!!! Masa berkali2 kemari gak di-update2 juga sih? Sibuk apa sih, Bro??? Hehehe, sori yah bawel.

  16. saya telat datang…tapi kebetulan lom diupdate hehehehe…. iya ni, kalo bikin artikel mending kayak tadi yaaah, tulisan dari pengalaman ndiri, pake gaya bahasa ndiri, jadi moga2 dibaca unique ato original article ama gugelnya yaaaah…

  17. memang duplikat konten agak merepotkan juga buat yang hobi kopas. tapi kalo dipikir-pikir hal ini juga membantu perkembangan kita dalam membuat konten yang orisinil. Apa kata dunia kalo blog isinya kopas semua??? Selain merugikan orang lain (pemilik konten asli) juga merugikan diri sendiri untuk kedepannya (bakalan ga bisa-bisa nulis).

  18. Hi, salam kenal nama gw Ian 🙂 , just start blogging sebulan lalu.
    Lagi cari2 review ttg 23blogs di google malah terdampar di sini… Eh malah ketemu artikel lain yang menarik 😀

    Gw memang sama sekali ga ngerti SEO, tapi yang penting content orisinil dunk… Walau trafik masih mengenaskan, tapi melihat tumbuh pelan2 rasanya senang banget… Ternyata ada yang baca juga hahaha.

    Update lagi dunk, masih mau belajar terus nih. Salam kenal ya

  19. @rudyahud
    Wah.. jangan-jangan kepanjangan nih artikelnya 😀
    Terima kasih kembali 😀

    @arhan
    Sama-sama.. sesama blogger saling mengingatkan untuk kesuksesan bersama 😀

    @fanari
    menyebalkan emang.. tapi kadang yang ngopas juga “orang lama” di dunia blogging.. kadang mau negur agak piye gitu 😀

    @Ecko
    Iya.. dialeg plesetan 😀 Bener itu, kalo dikasih marking (kaya ditebeling, dimiringin) emang memberi sedikit penekanan SEO, tapi keyword density kan juga perlu diperhitungkan.. rumit emang kadang ya mas 😀

    @Wewen
    sama-sama belajar aja.. saya juga masih “anak kemaren sore” kok 😀

    @Nias Zalukhu
    Saya juga kangen baca postingan mas Zalukhu.. baru bisa online bebas lagi sekarang 😀

    @Yudi
    Tergantung yang ngasih backlink.. kalo yang ngasi backlink situs ga berkualitas juga efeknya ndak signifikan banget terhadap konten copas-an 😀

  20. @Hanif
    Dalam hal SEO untuk traffic, internal link amat sangat bermanfaat.. cuma emang efeknya ke pagerank tidak sesignifikan external link 😀

    @indira
    oke mas @del.. saya langsung ke lokasi 😀

    @dwi
    penting sekali kalo blog kita masih baru n sedikit sekali konten relevan yang bisa kita link secara internal 😀

    @Izandi
    Merdeka juga walaupun telat 😀

    @kipram
    dulu saya juga gitu.. sekarang agak insyaf 😀

    @abbie
    segera saya bahas lagi mas 😀

    @sapimoto
    itu salah satu alasan saya nda terlalu maniak dengan agregator.. toh tidak semua agregrator dimanfaatkan oleh pengguna internet 😀

    @

  21. @Ecko
    Saya senang punya teman blogger yang bawel nyemangatin saya untuk ngeblog kaya mas Ecko.. Thanks a lot Bro 😀

    @abbie
    sabar-sabar.. saya sudah kembali kok 😀

    @audy
    hehehe.. ketauan lagi hiatus.. iya.. emang pake gaya bahasa sendiri lebih enak.. itung-itung belajar seni berkomunikasi ya 😀

    @octa
    sama..saya juga sempat lama menelantarkan blog ini 😀

    @ichanx
    Semoga bermanfaat 😀

  22. @goldfather
    Setuju sama pendapat anda (Y)

    @ario saja
    bahasa mana ya??? 😀 maklum lah.. namanya juga banyolan garing 😀

    @Abbie
    Ga pergi ke mana2 😀

    @ian
    salam kenal juga, terima kasih sudah mampir. Semoga makin banyak blogger yang menjunjung tinggi orisinalitas ya.. 😀

    @edwin
    artikel yang mana ya???

    @ai
    iya.. segera diupdate lagi 😀

    @Nyoman
    siap bos.. bakal diupdate lagi 😀

  23. @ariwolu
    ga perlu sampe phobia, yang penting berusaha original aja semampu kita 😀

    @dwi
    kalo backlinknya dari server yang itu-itu aja, Google juga bakal paham klo itu spam, naturalitas juga dibentuk dengan alamat server backlink yang berbeda 😀

    @fenny
    Gapapa kalo ngopas barang produk negeri ajaib 😀

    @adieska
    saya juga belum lama tahu kok mas 😀

    @Nias Zalukhu
    OKe.. bakal semangat, terima kasih mas 😀

    @ika
    hehehe… iya, online lagi mbak 😀

    @heddy
    wah.. komentarnya, kaya juri indonesian Idol dan jago kuliner itu hehehe 😀

    @arikaka
    kalo itu sih gapapa 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *