Tutorial SEO 4 – Memperjelas Keyword Kita

Semoga pengunjung blog ini tidak bosan membaca kata “keyword” dan “SEO” berulang kali dalam artikel tutorial SEO di blog ini 😀 Pembahasan keyword SEO kali ini mungkin agak overlap dengan tutorial-tutorial sebelumnya karena sebetulnya secara implisit sudah dijelaskan di artikel tersebut. Yah.. mungkin ini pertanda saya sudah kehabisan ilmu SEO ya 😀

Yuk, mari kita mulai belajar menandai keyword kita 😀

Men-SEO-kan Keyword dengan Penandaan

Ketika kita memberlakukan penandaan khusus pada sebuah kata di artikel kita, bukan hanya pembaca artikel anda yang melihat perbedaan tersebut, namun juga search engine. Penandaan khusus menyiratkan arti bahwa kata tersebut adalah penting bagi artikel anda, dan dalam bahasan SEO kita menyebutnya dengan keyword. Jadi, bila anda menginginkan keyword anda mudah ditangkap oleh search engine seperti Google, anda dapat memberikan penandaan khusus pada keyword-keyword di artikel anda dengan menggunakan tag bold, italic, underline, strong, emphasis dan heading.

Dari metode-metode penandaan di atas, yang agak susah adalah menandai dengan menggunakan tag headings, karena ukurannya biasanya akan jauh berbeda dari tulisan biasa, maka dari itu di tutorial SEO sebelumnya saya menyarankan untuk menempatkan tag heading hanya pada sub topik dari artikel anda. Sebetulnya kita dapat mengakalinya dengan mengubah kode CSS dari template web atau blog kita, namun banyak pakar SEO yang berpendapat bahwa search engine dapat menemukan kejanggalan penerapan kode CSS semacam itu dan malah akan memberikan penalti pada blog atau situs kita. Jadi, bila anda ingin mencobanya, anda harus berani menerima resikonya 😀

Memperjelas keyword untuk SEO dengan teknik penandaan memang kadang agak terkesan mengganggu bagi pembaca manusia, terutama penggunaan tag bold, underline dan strong. Karena itu, sebaiknya kita menggunakan teknik penandaan ini secara proporsional demi kenyamanan pembaca 😉

*padahal saya sendiri suka berlebihan ya dalam menggunakannya 😀 *

Men-SEO-kan Keyword dengan Density

Keyword density dapat kita artikan sebagai jumlahan dari seberapa sering keyword itu kita munculkan dalam artikel kita. Densitas atau kepadatan keyword pada sebuah halaman dihitung berdasarkan perbandingan antara keyword kita dengan kata lain di dalam elemen halaman web kita. Saya sebutkan halaman berarti termasuk pada kata-kata yang terdapat pada sidebar (menu-menu navigasi dan widget-widget yang dipasang), header (nama blog dan tagline blog kita) dan footer dari blog atau web kita.

Keyword density memiliki signifikansi yang cukup dominan dalam keyword SEO, namun bila nilainya terlampau besar, akan beresiko untuk menjadikan artikel anda terkesan melakukan keyword stuffing (memasukkan keyword secara berlebihan). Search engine seperti Google biasanya akan memberi penalti pada halaman yang dianggapnya melakukan keyword stuffing. Algoritma mereka akan mendeteksi pengulangan-pengulangan keyword yang berlebihan dan menjatuhkan dakwaan tuduhan keyword stuffing pada halaman anda. Dan itu akan sangat buruk dampaknya bagi halaman atau bahkan blog atau web kita secara keseluruhan.

Pertanyaan yang sering muncul adalah :

Berapa besar keyword density yang bagus untuk SEO?

Ukuran keyword density yang tepat bagi Search Engine merupakan misteri bagi para praktisi SEO. Namun sebagai pedoman, keyword density sebesar 7% adalah angka yang dianggap aman bagi halaman anda. Ketersebaran keyword di dalam artikel juga akan mempengaruhi penilaian search engine bagi artikel anda, untuk hal ini saya sudah membahasnya di dalam tutorial Optimasi Keyword terdahulu. Menurut hemat saya, daripada kita menjadi phobia dengan tuduhan keyword stuffing, lebih baik kita lebih memperhatikan impresi pembaca kita terhadap penempatan keyword kita dalam sebuah artikel. Bacalah artikel yang sudah anda optimasi keywordnya dan berilah penilaian pribadi anda mengenai kewajaran tulisan anda. Bila anda merasakan terlalu banyak pengulangan keyword dalam artikel anda, maka kurangi keyword anda. Tidak susah kan? 😀

Oya, bagi yang bingung menentukan keyword density di halaman mereka, anda dapat memanfaatkan add-on Mozilla yang bernama Search Status 😀

Men-SEO-kan Keyword dengan Proporsi dan Relevansi

SEO dan kewajaran artikel anda adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Untuk membuat keyword kita terdeteksi secara maksimal oleh search engine, kita harus memberikan proporsi yang tepat pada penempatannya di Judul Halaman, Title Tag, Description, bodi artikel dan link-link yang ada di artikel.

Jadi, bila anda memberi judul halaman anda dengan kata “Belajar SEO” , maka usahakanlah untuk memunculkan kembali kata belajar SEO tersebut di artikel anda. Dengan begitu, relevansi judul dan isi artikel akan terbentuk dan memberi nilai tambah bagi optimasi keyword SEO anda.

Hal ini agak sedikit bertentangan dengan teori para blogger profesional yang menyarankan penggunaan metafora pada judul artikel untuk membangkitkan rasa penasaran pembaca yang berkunjung ke blog mereka. Saya tidak akan banyak berkomentar mengenai mana yang lebih benar dari kedua paham di atas. Namun, saat ini (berhubung saya belum pro) saya berpendapat bahwa dalam membangun sebuah blog baru yang belum memiliki pengunjung tetap, saya akan lebih mementingkan SEO daripada penggunaan metafora dalam judul kita secara berlebihan. Namun, bila traffic ke blog kita sudah cukup stabil, tidak ada salahnya menggunakan teknik tersebut untuk menyegarkan pembaca tetap anda dengan suguhan metafora di dalam blog anda 😀

Kesimpulan

Penggunaan dan penempatan keyword di blog kita memang cukup signifikan untuk SEO, namun seringkali kenyamanan pembaca agak sedikit dikorbankan bila kita menggunakannya secara berlebihan. Cara mengakalinya adalah dengan memperbanyak perbendaharaan kata kita. Kita dapat melakukannya dengan membaca buku, koran atau blog orang lain. Dengan begitu kita dapat menyuguhkan artikel yang lebih berkualitas dan tidak monoton pada pembaca kita. Dengan semakin berkualitasnya artikel-artikel yang terdapat di blog atau web, nilai dan harga blog kita tentunya juga akan meningkat, terutama bagi mereka yang ingin mendapatkan uang dari blog.

*dalam hal ini saya juga masih dalam taraf belajar 😀 *

Selamat belajar dan mencoba 😀

CategoriesUncategorized

63 Replies to “Tutorial SEO 4 – Memperjelas Keyword Kita”

  1. oh saya tau kenapa pengunjung mas kebanyakan berasal dari google, berarti penerapan SEO mas udah bener, wah ini sih SEO expert nyamar 😉 . Ternyata berpengaruh ya, menghubungkan posting dengan artikel kita yang lain. Hmm… ngerti dikit-dikit deh.

  2. @Izandi
    Bukan soal blog mas, tapi udahlah.. blog ini diisi hal-hal yang menyenangkan saja 😀
    btw, saya bukan SEO expert kok.. masih belajar mas Izandi 😀

    @Ruben
    Iya.. memang kadang kita sudah menggunakannya, tinggal di optimasi secara SEO aja 😀

    @Fanari
    wah.. komentar kaya gini yang bakal memancing orang untuk berkomentar aneh lagi hehehe 😀
    Saya bukan ahli SEO atau spesialis keyword kok 😉
    Kalo mas Fanari spesialis apa ya? 😀

  3. @Izandi
    Hehehe.. makasi perhatiannya 😀 Nanti kalo saya uda agak stabil mungkin bakal curhat 😀

    @Fachia
    Ada tho istilah keyword abundance? 😀
    Abundance itu artinya berlimpah ya? Bisa dibilang keyword rich mungkin ya. Kalo keyword rich, artinya artikel tersebut mencantumkan banyak keyword yang banyak orang cari. Nah,keywordnya cenderung bervariasi dan memancing banyak orang untuk datang ke halaman tersebut walau menggunakan keyword yang berbeda dalam pencariannya di Search Engine.
    Sedangkan keyword density itu perbandingan kemunculan kata-kata yang dijadikan keyword dengan keseluruhan jumlah kata dalam sebuah halaman. Misal, kata SEO disebutkan 10 kali, padahal jumlah kata pada halaman tersebut ada 100. Maka bisa dibilang keyword density untuk kata kunci SEO di halaman tersebut adalah 10% .
    Begitu mas Fariez

  4. Masa iya sih mas ipung cuma punya satu blog? Curhat di tempat lain aja mas, blog saya sudah terkontaminasi dengan curhat-curhat (N)

    Belajar SEO saya menghilang dari halaman pertama google.com untung saja di co.id masih ada walau hanya di bawah. Harus praktekin cara di atas lagi niy

  5. @@del
    Yup2.. bakal curhat ditempat lain ajah.. biar tidak mengganggu branding ya 😀

    Kata kunci belajar SEO lagi dikonteskan blogger malaysia mas.. jadi banyak spam-nya di Google.. saya sudah beralih ke kata kunci lain, malas saingan sama orang yang lagi kontes, buang-buang waktu saja 😀

  6. curhat aja pung,, 😀 jadi pengen tau nih ipung kalo curhat kayak apa? hehe ntar judul postingannya: AADG (Ada Apa Dengan Gnupi).. hehe 😀

  7. Sorry baru mampir.. lagi ngurusin pengacau di rumahku hihihi..
    Wah tips yang mantap nih… saya tambahkan untuk memudahkan penempatan keyword kita bisa memakai plugin ALL SEO in ONE PACK. Mas Ipung bahas dong, saya sih pingin ngangkat pembahasan itu buat teman2 cuma lagi ngejar setoran nih buat event saya hiksss… apalagi ada pengganggu datang ke rumahku yang selama ini damai.. hiks

  8. @Jazili
    Terima kasih semangatnya.. mohon maaf bila banyak kekurangan di sana-sini 🙂

    @Badoer
    Buat ebook ya? Ide bagus, bila materinya sudah cukup akan saya buatkan ebook 🙂

    @Zalukhu
    Wah.. sindrom cerita Gaby membawa petaka ini 😀
    Ga ada plugin kaya gitu mas, adanya All in One SEO Pack hehehe 😀
    Nantinya akan saya bahas mas.. kasihan yang pake blogger.com kalo saya bahasnya langsung ke plugin.. Kan lumayan banyak juga yang ngeblog pake blogger 😀
    Sukses terus ya reviewnya, dan semoga pengacau calon selebnya segera pergi 🙂

  9. nanya mas ipung,
    denger2 katanya sekarang keyword density bisa disubstitusi dengan LSI ya? katanya misal ngincer kwd golf juga bisa disertakan baju golf, stik golf, lapangan golf etc yang berhubungan dekat dengan golf.

    menurut saya jadi bagus untuk pembaca karena tulisan kita bervariasi tidak melulu mengulang-ulang kwd yang sama.

    mohon pencerahannya ya mas, makasi mas ipung 😀

  10. @yudi
    Iya mas… itu namanya kewajaran. Dengan penambahan kata “baju”, “stik”, “lapangan” akan memiliki efek sebagai berikut:
    1. Menambah kekayaan keyword karena ga mungkin orang cuma nyari kata golf, mereka pasti nyari sesuatu yang berkaitan dengan golf.
    2. Kata-kata tersebut membuat keberadaan kata golf menjadi wajar.
    3. Kata-kata tersebut menurunkan keyword density dari kata golf, namun membentuk sebuah density kata kunci baru yang berhubungan dengan golf buat halaman tersebut. Kalo kata kuncinya unik kan lumayan, kita bisa jadi halaman nomor satu untuk kata kunci tersebut 😀

    Begitu mas Yudi 😀

  11. @Gelandangan | Duan | Rudyahud
    Terima kasih. Semoga bisa bermanfaat 😉
    Salam kenal juga mas Ahmad 😀

    @Putra Eka
    Masih tidak semanteb ilmu simpanan mas Putra Eka.. ayo.. mana “trafik yang menguntungkan” itu? 😀

    @Qowiem29
    Wah.. masnya terlalu merendah ngaku-ngaku newbie 😀

    @Konsultasi Kesehatan
    Berarti sekarang bisa jalan cepat ya mas 😀
    Salam kenal juga mas Fajar 😀

  12. NHA… akhirnya datang juga (postingan barunya)!!

    Kabar sehat kan? Mg2 demikian adanya..

    Sy nimbrung comment-nya mas Fariez ya.

    Menrt sy, keyword abundance mgkn lbh pd pengulangan bbrp keyword yang berlebihan, ekstrem & tdk wajar. Ini hny feeling sy thd istilah ‘keyword abundance’. Kyknya konotasinya negatif. CMIIW

    Klo keyword density, sy manut wae dg penjlsan mas Ipung. (Y)

  13. @abbie
    Saya lagi kurang sehat nih. Makasi ya doanya mas Abbie 🙂
    Hmm.. saya memang belum pernah denger keyword abundance. Kalo di buku the Secret si artinya oke, alias makmur, maka dari itu saya pikir itu sama dengan Keyword rich 😀
    Kalo artinya ternyata adalah berlebihan, berarti memang jelek seperti yang mas Abbie bilang, bisa dibilang mirip keyword stuffing 😀
    Terima kasih koreksinya 🙂

  14. Walah, ini tutorial lengkap banget sampe ada kesimpulannya segala. Jadi inget skripsi. 😀 Btw, mantap bgt, Bro! Saya benar2 banyak belajar ttg SEO dari blog ini. Thanks.

  15. @dwi
    Ga usah stres karena Google lah 😀

    Kan 2-3 bulan ini kita bisa perbaiki 😀

    @Ecko
    Sama-sama Bro 😀
    Semoga lekas sembuh calon kakak iparnya. Biar lancar lagi mendulang dollar-nya 😀

  16. Mas Ipung, OOT bentar ya.

    Sy pny problem sm feed di blog sy. Dlu sy burn di feedburner. Pertamax gak papa, tp gak tau knp, pas pke plugin feedsmith, feednya jd error.
    Skrg feedburner sy remove & pke feed yg bawaan template. Ternyta nongol mslh br : feednya klo di bk pke browser FF mau, tp pke IE ktnya code error.
    ???

    Daku butuh help nih mas Ipung **melas**
    Dr temen yg lain jg gak papa **melas lg**
    ;-(

  17. sepertinya Zalukhu uda sukses nembak-nembakannya hihihihi…. penempatan kiwot ituh memang sebaiknya di paragraf awal yah?
    btw bole tukeran link? *hahahahahaha maluw*

  18. @yudi
    Sama-sama mas Yudi.. saling berbagi pengalaman sesama teman itu menyenangkan kok 😀

    @Fachia
    Lagi-lagi.. komentar yang akan memancing komentar aneh lagi di blog ini 😀

    @Fenny
    Iya.. mas Zalukhu ma uda sukses 😀
    Penempatan keyword di awal bisa jadi pilihan bagus, tapi yang penting tetep ada keyword yang tersebar di setiap penjuru halaman 😀
    Oke.. linknya aku pasang ya 😀

  19. @abbie
    Maaf mas.. saya juga belum bisa bantu.. kalo pendapat saya sih. Coba mas cek script php-nya sesuai dengan baris yang ditunjukkan oleh pesan error.
    Saya tadi dah coba pake browser berbasis IE memang akan menunjukkan pesan error.. Jangan-jangan punya saya juga gitu ya..

  20. @ika
    iya mbak… kalo masalah lain, saya pasti ga sedepresi ini 🙂
    Kejadiannya begitu mendadak soalnya.. jadi saya agak shock gimana gitu :[

    @Izandi
    Bisa diisi ketika kita mau posting mas 😀
    Kalo untuk Google, konten lebih banyak memberikan efek, tapi saya cenderung mengoptimasi meta tag juga, lumayan kan kalo bisa bagus di search engine lain 🙂

  21. Bener banget Pung, memang SEO ini tidak terlepas dari kata-kata, memasukan jumlah kata yang porposional dan tepat maka dapat dipastikan blog akan mendapat posisi bagus di SERP, untung skarang ini sudah banyak tool2x untuk cek keyword density, keyword prediction dll, namun juga smakin banyak blog yang menjadi pesaing.

  22. @Duit Gratisan
    Hmm.. contoh soal komentar yang spammy 🙂

    @Abibakar
    Yang menarik dari SEO itu, bila ilmunya sudah diberikan semua, maka hasilnya tinggal tergantung usaha blogger itu sendiri 🙂
    Walau ilmu banyak tapi kalo tidak dipraktekkan juga ga ada gunanya.
    Saya yakin mas AbiBakar termasuk dalam golongan blogger yang mempraktekkan ilmunya. Jadi ga perlu takut saingan sama yang lain mas 😉

  23. @fanari
    Mispelling keyword boleh juga, pasti jadinya unik. Cuma kok kayaknya kita jadi ngeremehin bangsa sendiri ya kalo gitu 🙂
    Tapi jangan kuatir mas, para komentator biasanya sudah dengan senang hati menyuplai artikel kita dengan mispelling keyword, jadi kita ga perlu bikin sendiri 🙂

    @Danu
    Semoga saya bisa melanjutkan ke tips berikutnya ya 🙂

    @daaan
    Iya bro..
    *depresi mode: on* :[

  24. makin keren nih ilmu SEO-nya. Blog saya visitor dari search engine. Jadi mau tidak mau nerapin SEO dikit-2. tapi kok makin lama klo posting sambil mikirin SEO jadi pusing sendiri.hehe

  25. @prast
    Pusing menerapkan SEO biasanya mengindikasikan ketidak alamian tulisan 😀 Menerapkan SEO dengan gembira aja mas.. semoga dengan begitu yang baca artikel kita juga gembira 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *