Sebuah Analogi SEO

Memahami konsep SEO ternyata masih menjadi hal yang susah bagi sebagian pembaca (yang tidak pernah komentar di blog ini) artikel-artikel SEO yang saya tulis. Hal itu memacu semangat saya untuk membuat SEO lebih mudah dipahami, kebingungan ini mungkin disebabkan oleh penulisan artikel belajar SEO yang kurang runut. Jadi di artikel ini saya akan mencoba memudahkan pembelajaran SEO dengan menggunakan sebuah analogi. Mohon maaf sebelumnya bila analoginya aneh, saya juga kebetulan masih belajar menulis πŸ˜€

Tujuan SEO

Didalam mengoptimasikan SEO untuk web atau blog anda, tentunya ada sebuah tujuan yang ingin dicapai. Sebut saja, traffic blog dari search engine, pagerank atau posisi teratas untuk halaman anda di halaman pencarian Google (SERP). Bila saya menganalogikan SEO sebagai sebuah perjalanan, maka tujuan SEO bisa disamakan sebagai kota yang anda tuju dalam perjalanan tersebut. Dalam artikel ini, kita analogikan saja tujuan SEO sebagai kota Jogjakarta πŸ˜€

*cinta Jogjakarta nih ye.. * πŸ˜€

Memetakan SEO Blog Anda

Setelah anda memiliki niat untuk menggapai tujuan SEO anda, anda perlu mempelajari langkah-langkah SEO yang diperlukan untuk meraih tujuan SEO anda. Hal ini sama saja dengan kegiatan membaca peta untuk mengetahui jalan yang harus kita tempuh untuk mencapai kota Jogjakarta. Dengan memetakan strategi-strategi SEO yang bisa kita terapkan pada blog kita, tujuan SEO kita akan mulai terlihat jelas dan tidak kabur lagi. Pemetaan strategi SEO adalah dengan mempelajari teknik SEO yang bisa anda dapatkan (baik disini walaupun sedikit dan banyak lagi teknik SEO yang lebih yahud di tempat lain). Dengan melakukan pemetaan strategi SEO ini, perjalanan anda menggapai tujuan SEO anda akan lebih tertata dan meminimalisasi kemungkinan tersesat di tengah perjalanan SEO anda.

Kendaraan SEO Anda

Anda sudah memiliki tujuan dan memetakan perjalanan anda. Yang anda perlukan untuk menuju ke Jogja adalah sebuah kendaraan yang bisa membawa anda ke sana, entah itu mobil, pesawat terbang atau anda bisa jalan kaki walaupun mungkin akan memakan waktu yang lama. Begitu juga dalam SEO, anda harus memilih kendaraan SEO anda. Hal ini terkait dengan nama domain blog, judul blog anda, dan kondisi web hosting anda. Dalam artikel sebelumnya kita sudah memahami penempatan keyword dalam URL. Beberapa masalah hosting dan SEO juga sudah dibahas ketika hosting saya melakukan setting network. Jadi, untuk memuluskan perjalanan SEO anda, ketiga elemen tersebut harus diperhitungkan. Sebisa mungkin gunakanlah hosting yang servernya terletak di US dan memiliki uptime record yang bagus agar tidak mengecewakan Googlebot saat berkunjung ke situs anda. Disini saya tidak mendiskreditkan webhosting yang terletak di IIX atau negara lain. Yang dilihat disini adalah besarnya bandwith luar negeri (khususnya ke negara server Google berada) yang disediakan oleh web hosting tersebut. Ketersediaan bandwith yang cukup akan terasa ketika Google Crawler sedang menjelajah isi blog anda, bila mereka mendapat kesulitan, maka jangan kaget bila di Google Webmaster Central anda mendapatkan WARNING πŸ˜€

Bahan Bakar SEO Anda

Setelah anda memiliki tujuan, peta dan kendaraan, anda juga harus mengisi bahan bakar kendaraan tersebut agar dapat mengantarkan anda tujuan. Dalam konteks SEO, artikel atau konten web / blog anda lah yang memegan peranan sebagai bahan bakar SEO bagi anda. Sebagai pengemudi, anda dapat menentukan apakah anda mau menggunakan bensin murni, oplosan solar, oplosan pertamax atau pertamax murni. Hal itu sepenuhnya ada dalam kendali anda, dan tentunya anda paham bahwa kendaraan yang diisi dengan bahan bakar berkualitas akan merusak kendaraan anda. Begitu juga dalam perjalanan SEO, konten web / blog yang niched dan terfokus bisa dikatakan sebagai bahan bakar SEO yang murni, tambahan artikel yang agak sedikit atau diluar topik namun tetap bermanfaat adalah bahan bakar SEO murni + oplosan, dan yang paling merusak adalah paid review di dalam blog anda, yang bisa menjadikan bahan bakar SEO anda layaknya oplosan bensin+solar.

Disini saya hanya bermaksud untuk mendeskripsikan analogi paid review saja (orang saya juga senang kok dengan paid review), yang perlu kita sadari adalah bahwa paid review merusak SEO blog kita, dan karena hal itu, bila kita banyak menerima paid review di blog kita, maka kita juga harus melakukan tune-up SEO pada blog kita. Hal yang paling mudah adalah dengan mendapatkan backlink untuk blog kita πŸ˜€

Kemudikan Kendaraan SEO Anda

Dengan semua elemen SEO yang sudah tertata, sebagai blogger atau webmaster, anda tinggal mengendalikan semuanya hingga tujuan anda tercapai. Kemampuan anda sebagai pengemudi akan memberi efek dalam perjalanan anda. Karena itu, untuk mencapai tujuan SEO yang anda inginkan, ada baiknya kita untuk tidak malas mempelajari seluk beluk kendaraan kita alias blog engine (wordpress atau blogger.com) atau web engine (static HTML, Joomla atau Drupal) yang kita pakai. Dengan begitu kita dapat memaksimalkan teknik-teknik SEO yang ingin kita gunakan untuk web kita.

Hanya sedikit yang bisa saya bagi di sini, semoga analogi sederhana ini bisa membantu anda dalam belajar SEO. Selamat berSEO ria πŸ˜€
[ad#kliksaya]

CategoriesUncategorized

41 Replies to “Sebuah Analogi SEO”

  1. Begitu banyak tehnik2 SEO dipelajari semua malah jadi bingung hehehe…, bgs juga analoginya jadi sedikit lebih terang nih…

    πŸ™‚

  2. @Jazili
    Itu tandanya kebanyakan teori ketimbang prakteknya πŸ˜€

    @Yudi
    Mungkin engga juga.. backlink ke blog Yudiworld kayanya banyak juga tho, jadi blognya sering di tune-up meskipun pake bensin oplosan πŸ˜€

  3. Di google.co.id, nama dino masih kalah sama Dino Pati Jalal. Itu gak enaknya kalo punya nama sama dengan nama terkenal hehe..

  4. maaf OOT mas…pengen nanya, sekarang ini ada virus baru yang berasal dari Cina dan menyerang lewat YM, tanda – tanda nya kl dah terinfeksi yaitu ketika kita browsing sewaktu transfer data terlihat ada tongji..kira – kira antivirusnya udah ada apa blom ya…???kalau udah ada boleh dibagi ga mas…??? πŸ˜‰

  5. ya.. ya…
    Transmisi automatic : nyewa jasa SEO expert
    Transmisi manual : utak-atik SEO sendiri, klo pinter ya smp Jogja, klo gak pinter ya smp Lampung.
    he.. he.. guyon mas Ipung πŸ™‚

    Analog nya : (Y)

  6. @ai
    Denger-denger jaringan UGM juga kena Ai, saya belum ada info tentang antivirus untuk virus Cina tersebut.. kalo ada bakal ngabari deh πŸ˜‰

    @abbie
    Hehehe.. nice joke mas.. tapi ada benernya juga πŸ˜€

  7. (Y) Wah iya nih Alexa rank-nya mas ipung naik nya cepat sekali, aku aja dari 25.000.000 baru sampe 4.000.000. Hiks..hiks… :-S WordPress 2.6 sudah di rilis ya? Mas ipung udah pake belom?

  8. @Daaan
    Soalnya Danang sudah tahu tekniknya, jadi malah bingung kalo dijelasin filosofinya πŸ˜€
    Lha yang belum tahu tekniknya merasa bingung karena ga tahu filosofinya πŸ˜€

    @Izandi
    Kan mulai blognya kita beda sebulan.. jadi jangan terlalu dibandingin mas πŸ˜€
    Iya sudah dirilis, tapi saya belum pake. Nunggu Fantastico hostingan di update dulu instalasi WordPress-nya ke WordPress 2.6

  9. @izandi
    Database-nya ga ilang kok, nyante aja πŸ˜€
    Lagian sebelum diupgrade wordpressnya, fantastico bakal bikin backup database terlebih dahulu πŸ˜€

  10. oke Pung analoginya..
    biasanya orang Jogja alon2 asal kelakon..
    tp alexa nya Ipung ngibrit..!!(Y)
    diajeng alexa sanes piyantun jogja njih..?

  11. @ruben
    Nanti kalo dah dapat dolarnya, rasa cape itu akan terbayar mas Ruben πŸ˜‰
    Maaf bila artikel SEO saya membuat mas Ruben bosan πŸ˜€

  12. ehm… o… server jga nentuin toh om… gw pas hosting dulu cuma mikir klo soal server yg penting dah punya nama trus liat target marketnya doank om… ternyata oh ternyata… pucing ama si SEO wekekekek :-S

  13. @masenchipz
    Sebetulnya pendapat mas Cipto ga salah.. kalo pake hosting IIX memang cepet diakses sama orang Indonesia, cuma kadang ada hosting yang ga jujur dengan bandwith international untuk server hosting mereka.. biasa lah orang dagang.. Alhasil situs kita yang mudah diakses pengunjung Indonesia jadi kurang visible di mata Search Engine πŸ˜€

    @duan
    Sama-sama, semoga bermanfaat mas πŸ˜€

  14. @Ronggo
    Hehehe… ga usah bingung mas, just take it or leave it ajah.
    Tanpa optimasi juga blog kita bisa mencapai organic SEO kok πŸ˜€

    @Malapu
    Thank you Bro πŸ˜€

  15. om…saya usul…maukah om bikin tutorial eh post yang membahas tentang tips milih keyword… dengan tool2 gratis tentunya… yg tokcer gitu… πŸ˜€

  16. @arie
    Saya tidak tahu apa metode saya itu tokcer atau tidak πŸ˜€
    Tapi usulan arie akan saya akomodasi begitu saya tidak sibuk lagi πŸ˜€

    @Zalukhu
    Hehehe.. kalo sakit segera berobat aja mas Zalukhu πŸ˜€
    Emang bener, karena ada SEO, kita jadi berusaha lebih, jadi tambah asyik ngeblognya πŸ˜€

  17. @paijo
    Ojo mumet mas.. Supados gadah PR, blogipun dipun isi ingkang katah lan migunani tumraping liyan.. mugi-mugi wonten ingkang nge-link dados saged gadah PR ingkang eco πŸ™‚

  18. lepas dari putih hitamnya seo, cb seo itu kayak ilmu pasti..mungkin ngga seru kali ya, mas ipung πŸ™‚
    kebetulan lg treking seo, seo sptnya scr umum memang shortcut kepopuleran cmiiw

    ===
    Jawaban Gnupi
    Setuju pak Dani. Dalam menjalani kehidupan di dunia, kompetisi selalu terjadi, dan karena hasil yang pasti hampir tidak ada kecuali manusia tidak berkembang. Sama dengan SEO, perkembangan pesaing dan algoritma Google adalah hal yang membuatnya menarik untuk ditaklukkan πŸ˜€

    ===

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *